Keys of Success

Oleh: D. Hamdani

Bismillah

Setiap orang mendambakan kebahagiaan, mendambakan kesuksesan. Apa yang sedang kita usahakan muaranya adalah bagaimana agar kita bisa hidup lebih sukses, lebih bahagia (zona nyaman).

Empat belas abad yang silam Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa agar umatnya bahagia. Sebagian ulama mengatakan bahwasannya doa ini merupakan doa sapu jagat yang perlu lita panjatkan setiap habis sholat:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa, aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”

Doa adalah ucapan. Doa adalah permintaan. Fungsi sebuah doa adalah afirmasi positif agar kita sadar akan tujuan atau goal, di mana goal kita dalam hidup adalah bahagia atau sukses bukan sekedar di dunia dengan segala pencapaiannya (seperti rumah, kendaraan, dan lain-lain), namun juga agar kita mendapatkan kesuksesan di akhirat (masuk surga dan terhindar dari neraka).

Tahap selanjutnya setelah kita menyadari akan tujuan hidup kita (sadar goal hidup) adalah memahami beberapa variabel agar goal hidup dapat tercapai, yaitu: iman dan amal shalih.

Ya, hanya iman dan amal shalih lah yang dapat mengantarkan kepada goal hidup: sukses dunia dan akhirat.

Di dalam Al-Qur’an tidak kurang dari 80 ayat yang berbicara tentang iman dan amal shalih. Kedua kata tersebut tersanding dan tidak dapat dipisahkan. Tidak sempurna iman seseorang jika tidak ada amal shalih, dan betapa sia-sia amal seseorang jika tidak ada iman.

Dalam dunia motivasi, iman itu adalah motivasi (motivation), sedangkan amal shalih adalah aksi dan kebiasaan (action dan habit). Sebaik-baik motivasi adalah motivasi yang berasal dari diri sendiri (self driven motivation) atau disebut juga dengan istilah motivasi intrinsik. Dan sebaik-baik aksi dan kebiasaan adalah positive action dan good habits, itulah amal shalih (good deeds).

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana agar kita terus termotivasi (baca: iman selalu prima) dan action dan habit kita bisa dilakukan terus menerus berkesinambungan (baca: terus beramal shalih)? Jawabannya ada pada hadits berikut:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ
“Barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka hendaknya dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka hendaknya dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia akhirat, maka hendaknya dengan ilmu.”

Ilmu lah yang dapat mengantarkan kita pada goal hidup sehingga kita bisa terus melakukan positive action dan good habits (amal shalih). Dan dalam dunia motivasi, ilmu itu disebut dengan mindset. Agar mindset kita terus tumbuh (growth mindset–istilah Carol S. Dweck) maka kita terus belajar (keep learning) dan berkumpul dengan orang-orang shalih (positive people) yang mengawali harinya dengan good habits dua atau tiga jam sebelum dari apa yang direkomendasikan oleh Robin Sharma dalam bukunya “The 5 am Club”.

Kesimpulannya agar sukses di dunia dan akhirat maka kita harus memiliki goal (sadar tujuan hidup, istilah Simon Sinek adalah “Start with Why”), diperlukan juga self driven motivation (iman), positive action dan good habits (amal shalih), juga growth mindset (ilmu).

Wallahu a’lam

—–

Good books to read Download