Mindset Dagang

Oleh: Andre Raditya

Seorang alim pernah menyampaikan ke saya salah satu amalan dagang.

Kata beliau, “Kalau berdagang itu, selalu tanamkan di dalam pikiran bahwa barang yang antum miliki itu diniatkan sebagai solusi untuk membantu orang lain, yakin bahwa daganganmu adalah jalan keluar bagi sulitnya urusan orang lain. Dagang sebagai bagian dari membantu kerepotan orang lain. Baik itu barang maupun jasa.”

Kalau antum menganggap daganganmu adalah solusi bagi orang lain. Maka energi yang akan dikirimkan ke semesta adalah energi menolong. Dan orang lain itu senang ditolong. Insyaallah lebih banyak yang mencari. (Mindset 1)

Tapi kalau kamu melihat dagangan sebagai alat mengumpulkan uang, maka energi yang dikirimkan ke alam adalah energi keegoisan. Dan orang selalu risih dan benci dengan mereka yang hanya mementingkan diri sendiri. Alhasil akan banyak yang semakin menjauhi. (Mindset 2)

Dan ini dampaknya akan sangat berbeda.
Baik dalam perilaku saat berdagang. Maupun dalam menggunakan harta setelah didapatkan.

⏩️ Mindset pertama, pasti akan memastikan barangnya betul-betul manfaat dan berkualitas. Nggak sembarang milih atau buat produk, karena takut mengecewakan orang lain. Kita niat nolong bukan ngerepotin.
Pelayanan pun prima bahkan sampai paripurna. Begitu dapat untung, akan diolah jadi manfaat. Energinya menebar manfaat.

⏩️ Tapi kalau mindsetnya tipe kedua, maka biasanya tidak terlalu peduli dengan kualitas barang dan fungsinya. Yang penting laku, dan sekedar membuat uang berpindah dari kantong orang lain ke diri kita. Setelah dapat harta pun akan disimpan untuk kepentingan sendiri. Energinya mengumpulkan.

Yuk perbaiki Mindset. Perbaiki niat. Insyaallah dagang jadi lebih berkah. Rezeki jadi lebih manfaat.


Kunci Sukses

Oleh: D. Hamdani

Kunci sukses itu adalah NATO:
No Action Thinking Only

⁉️ No
Say no to any excuses.
Katakan TIDAK pada semua alasan yang menghambat dirimu.

⁉️ Action
Take action now.
Ambil tindakan sekarang.
Jadikan tindakan positifmu menjadi kebiasaan.

⁉️ Thinking
Develop your thinking skills.
Grow your mindset.
Tingkatkan kemampuan berpikirmu. Tumbuhkan mindsetmu.

⁉️ Only
In Allah we trust only.
Hanya kepada Allah kita percaya. Tawakal kepada Allah.


Keys of Success

Oleh: D. Hamdani

Bismillah

Setiap orang mendambakan kebahagiaan, mendambakan kesuksesan. Apa yang sedang kita usahakan muaranya adalah bagaimana agar kita bisa hidup lebih sukses, lebih bahagia (zona nyaman).

Empat belas abad yang silam Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa agar umatnya bahagia. Sebagian ulama mengatakan bahwasannya doa ini merupakan doa sapu jagat yang perlu lita panjatkan setiap habis sholat:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa, aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”

Doa adalah ucapan. Doa adalah permintaan. Fungsi sebuah doa adalah afirmasi positif agar kita sadar akan tujuan atau goal, di mana goal kita dalam hidup adalah bahagia atau sukses bukan sekedar di dunia dengan segala pencapaiannya (seperti rumah, kendaraan, dan lain-lain), namun juga agar kita mendapatkan kesuksesan di akhirat (masuk surga dan terhindar dari neraka).

Tahap selanjutnya setelah kita menyadari akan tujuan hidup kita (sadar goal hidup) adalah memahami beberapa variabel agar goal hidup dapat tercapai, yaitu: iman dan amal shalih.

Ya, hanya iman dan amal shalih lah yang dapat mengantarkan kepada goal hidup: sukses dunia dan akhirat.

Di dalam Al-Qur’an tidak kurang dari 80 ayat yang berbicara tentang iman dan amal shalih. Kedua kata tersebut tersanding dan tidak dapat dipisahkan. Tidak sempurna iman seseorang jika tidak ada amal shalih, dan betapa sia-sia amal seseorang jika tidak ada iman.

Dalam dunia motivasi, iman itu adalah motivasi (motivation), sedangkan amal shalih adalah aksi dan kebiasaan (action dan habit). Sebaik-baik motivasi adalah motivasi yang berasal dari diri sendiri (self driven motivation) atau disebut juga dengan istilah motivasi intrinsik. Dan sebaik-baik aksi dan kebiasaan adalah positive action dan good habits, itulah amal shalih (good deeds).

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana agar kita terus termotivasi (baca: iman selalu prima) dan action dan habit kita bisa dilakukan terus menerus berkesinambungan (baca: terus beramal shalih)? Jawabannya ada pada hadits berikut:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ
“Barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka hendaknya dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka hendaknya dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia akhirat, maka hendaknya dengan ilmu.”

Ilmu lah yang dapat mengantarkan kita pada goal hidup sehingga kita bisa terus melakukan positive action dan good habits (amal shalih). Dan dalam dunia motivasi, ilmu itu disebut dengan mindset. Agar mindset kita terus tumbuh (growth mindset–istilah Carol S. Dweck) maka kita terus belajar (keep learning) dan berkumpul dengan orang-orang shalih (positive people) yang mengawali harinya dengan good habits dua atau tiga jam sebelum dari apa yang direkomendasikan oleh Robin Sharma dalam bukunya “The 5 am Club”.

Kesimpulannya agar sukses di dunia dan akhirat maka kita harus memiliki goal (sadar tujuan hidup, istilah Simon Sinek adalah “Start with Why”), diperlukan juga self driven motivation (iman), positive action dan good habits (amal shalih), juga growth mindset (ilmu).

Wallahu a’lam

—–

Good books to read Download