Sukses dan Gagal

Siapa orangnya yang tak ingin sukses atau tak ingin kan gagalnya proses ikhtiar?

Bagi Mukmin tentu dunia akhirat inginkan itu terjadi, sebagaimana kita senantiasa mengenal doa sapu jagad.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً,

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia”

وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً,

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di akhirat”

وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“dan peliharalah kami dari siksa neraka”.

Ketika sukses, teman-teman akan tahu siapakah kita.

Tapi, ketika gagal, kita akan tahu siapakah teman-teman yang sebenarnya.

Ketahuilah hakekat ini, agar kita tidak kecewa.
Dan agar kita siap menghadapinya dan memakluminya.

Jangan terlena dengan kesuksesan. Sebaliknya jangan putus asa dengan kegagalan. Maka hadapilah semuanya dengan proporsional dan sewajarnya.

Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Cintailah orang yang kau cintai sekadarnya, bisa jadi suatu hari ia akan menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekadarnya bisa jadi suatu hari ia menjadi orang yang kau sayangi” (HR.At-Tirmidzi)

So, sudah selayaknya menyikapi persoalan kehidupan, mesti semakin dekat dengan-Nya pemilik semesta raya kuasa di atas segalaNya

Sebagaimana firman Alloh dalam surat Al Baqarah ayat 153:

“Wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar.”

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً