DIA MEMULAINYA SEJAK MUDA

Anak pungut ini keluar dari kuliah pada usia 17 tahun.

Ketika dia berumur 19 tahun, dia menjalani sebentar tawaran bisnis dalam bidang Sambungan Langsung Jarak Jauh. Kemudian dia bekerja pada Atari Inc., dan dia lebih jauh lagi menghadiri pertemuanpertemuan klub yang sesuai dengan minatnya.

Dalam tahun 1976, Steven Paul Jobs yang berumur 21 tahun memulai usahanya. dengan mendirikan sebuah perusahaan baru, Apple Computer, di garasi keluarganya.

Komputer-komputer miliknya mulai menjadi setting standar industri PC di seluruh dunia. Apple menjadi semakin kuat dan kuat lagi. Ketenaran Job semakin melejit ketika perusahaannya mencatatkan sahamnya di bursa efek di tahun 1980.

Bagaimanapun empat tahun kemudian, beberapa hal menimpa perusahaannya. Produk barunya, komputer yang diberi nama Apple III dan Apple Lisa tidak berhasil di pasaran. Di tahun 1984, Job dengan sedih menghentikan produksi Apple, dan mencoba untuk memperkenalkan the MacIntosh (yang di kemudian hari ternyata mencatat keberhasilan yang luar biasa). Segera setelah itu, keberuntungannya kembali merosot.

Dia didepak dari Apple setelah terjadi banyak ketidakcocokan di dalam perusahaan.

Job ternyata menjadi orang yang tetap bertahan hidup, pada usia 30 tahun, kemudian dia mendirikian NeXT Computer, dan Pixar selama dua tahun kemudian. Dari sini dia memperkenalkan kemajuankemajuan teknologi pada sistem komputasi; di mana hasilnya dapat dilihat di filmfilm seperti Toy Story dan Star Wars. Namun, walau semua ini terjadi, bagaimanapun juga hal-hal buruk kemudian menimpa Apple yang selanjutnya semakin bobrok.

Pada tahun 1996 merupakan tahun yang ironis bagi si cerdik Jobs, karena Apple membeli NeXT seharga US$400 juta. Kemudian dia kembali mengendalikan Apple kembali, namun dengan gaji hanya sebesar US$1! Jobs memiliki kepercayaan diri dan pengalaman 20 tahun sebelumnya. Apa yang dapat dia kerjakan sebagai seorang yang berumur 17 tahun dan sebagai seseorang yang saat itu berusia 21 tahun, dia juga mampu melakukan pekerjaan tersebut sekarang. Jobs meluncur kan iMac, dan kehidupan Apple kembali berjalan.

Segera saja Jobs dan Apple menjadi bintang kembali.

“Lebih baik mencoba dan gagal selagi Anda masih muda daripada ketika Anda sudah tua.”

Billi Lim

  • Buku: You Are Never Too Young

TERMUDA, TERPENDEK DAN TERINGAN

Byran Nickson Lomas, seorang anak asal Malaysia yang berusia 14 tahun, merupakan seorang atlet pria termuda di arena Olimpiade Musim Panas Athena tahun 2004. Dia merupakan atlet terpendek dengan tinggi 1.38 m dan teringan dengan berat badan 30 kg dari antara peserta Olimpiade tersebut.

Lawan terberat dia 6 kali lebih berat dari Lomas, lawan tertingginya kira-kira 1 meter di atas dia dan lawan senior paling tua umurnya 43 tahun lebih dari dia.

Meskipun dia tidak memenangkan satu medali pun, peloncat indah ini memenangkan hati banyak orang, termasuk para juri. Tanpa takut dia melakukan loncatan dia telah menjalani 19 kali kejuaraan dan hampir selalu mencapai tahap semi final.

Dua bulan kemudian, Lomas menjadi peraih medali emas dari cabang loncat indah perwakilan negara Malaysia. Dia mencatatkan nilai 396.14 poin dan menjadikan dia sebagai pemenang perlombaan kategori 3 m spring-board pada Kejuaraan Dunia Junior di Brasil dengan menyingkirkan peloncat Rusia, Yuriy Kunakov.

“Tidak pernah terlalu muda untuk memiliki perilaku dan kebiasaan yang baik.”

Billi Lim

  • Buku: You Are Never Too Young

Jangan Takut Mencoba!

“Everyone has talent. What is rare is the courage to follow the talent to the dark place where it leads.”

Setiap orang punya bakat, yang jarang adalah keberanian untuk mengikuti bakat itu menuju tempat gelap kemanapun berjalan. Erica Jong

“You never know how a horse will pull until you hook him to a heavy load.”

Kamu tidak akan pernah tahu seberapa kuat kemampuan seekor kuda sampai kamu menaikkan barang berat dan melihatnya menarik. Paul Bryant, Pelatih football Amerika

Orang sukses dan orang gagal, sebagian besar sebenarnya samasama mempunyai keraguan pada hal baru, tugas baru atau bidang baru. Tapi apa yang membedakan?

Orang sukses berani mencoba. Mereka berani salah, berani gagal dan mereka mau belajar dari kesalahan atau kegagalan, serta bekerja keras memperbaiki kesalahan dan mengembangkan kemampuan.

Tidak akan pernah ada Oprah Winfrey Show kalau Oprah tidak pernah mencoba kesempatan pertama memegang talk show sekalipun ia sempat ragu. Mungkin tidak ada buku bermutu karya penulis Asma Nadia, tidak ada Tukul di Empat Mata, tidak ada Indy Barens di Ceriwis, jika mereka dulu takut mencoba.

Jangan pernah menolak peluang hanya karena merasa tidak yakin bisa melakukannya. Jika ada peluang bagus, coba dulu, jika gagal coba lagi. Ada peluang lain, coba juga. Suatu saat akan datang peluang terbaik yang membuat Anda menjadi besar dan luar biasa.

Apalagi jika yang dibutuhkan hanyalah keberanian dan kesungguhan mencoba, tanpa resiko biaya.


  • Buku: No Excuse
  • Penulis: Isa Alamsyah

Percayalah bahwa kita bisa!

“A man can be as great as he wants to be. If you believe in yourself and have the courage, the determination. the dedication, the competitive drive and if you are willing to sacrifice the little things in life and pay the price for the things that are worthwhile, it can be done.”

Setiap orang bisa sehebat apapun yang ia inginkan, jika percaya pada diri sendiri dan punya keberanian, determinasi. dan dedikasi, siap bersaing, dan rela bekorban serta mau membayar harganya (dengan kerja keras). Semua bisa dicapai. Vince Lombardi Pelatih football dan motivator Amerika

Jika benar-benar ingin sukses, ingin berhasil, ingin menjadi orang yang hebat, ingin mencapai sesuatu, ingin menjadi luar biasa, maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah percaya bahwa kita bisa. Jika kita percaya kita bisa melakukannya, bisa mencapainya, maka kita sudah melakukan lompatan besar dalam hidup.

Dalam teori “Law of Attraction Hukum Tarik Menarik” yang diungkap oleh buku The Secret karya Rhoda Byrne, dinyatakan bahwa jika kita percaya pada sesuatu dengan kepercayaan yang begitu besar maka alam semesta akan merespon keyakinan kita dan akan menjadi kenyataan. Keyakinan kita akan memberi sinyal dan sinyal tersebut akan menarik reaksi dari alam semesta. Sinyal tersebut juga mempengaruhi jiwa, otak, dan semangat kita dalam bekerja. Teori ini juga sejalan dengan teori “Mestakung” yang diusung oleh Prof. Johannes Surya.

Bahkah dalam Hadis Qudsi, Allah berfirman “Ana ‘inda dloni ‘abdii” yang artinya “Aku (Allah) ada dalam prasangka hambaku” (Aku mengikuti prasangka hambaKu).

Jika percaya bisa, Anda bisa!


  • Buku: No Excuse
  • Penulis: Isa Alamsyah

POTENSI DIRI JAUH LEBIH BESAR DARI YANG KITA KIRA

Seringkali kita tidak menyadari potensi besar pada diri sendiri. Kalaupun menyadari ada bakat tertentu, tapi tidak menduga potensinya jauh lebih besar dari yang kita kira.

Karena tidak sadar besarnya potensi tersebut, kadang kita menolak suatu peluang atau kesempatan hanya karena merasa tidak bisa, tidak mampu, tidak berbakat, bahkan sebelum mencobanya.

Banyak yang mengira, orang-orang sukses yang wajahnya selalu ditayangkan di televisi, orang besar yang kisahnya diabadikan di buku, selebriti ngetop yang kehidupannya diberitakan di media massa, adalah orang-orang yang mencapai posisinya karena mereka berbakat atau karena mereka terlahir sebagai bintang. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Beberapa di antara mereka bahkan memulai karir dengan perasaan tidak begitu yakin, bahkan ada yang hampir menolak peluang tersebut.

Oprah Winfrey sempat ragu akan kemampuannya memandu talk show. Asma Nadia sempat tidak yakin bisa menulis. Tukul sempat merasa tidak mampu menjadi host. Indy Barens bahkan tidak pernah bermimpi menjadi penyiar radio. Christopher Jr. tidak sadar sikapnya ternyata merupakan aset yang sangat berharga.

Pada kasus-kasus di atas justru orang lain yang melihat potensi yang tersembunyi.

Sekarang saatnya untuk melihat lagi diri sendiri. Pikirkan bakat apa yang belum dikembangkan secara maksimal.


  • Buku: No Excuse
  • Penulis: Isa Alamsyah

Alone

Memimpin ekosistem multi bisnis tidaklah mudah. Mengharmonikan hampir seratus brand dalam irama tumbuh bersama juga tidak mudah. Apalagi memenuhi ekspektasi mitra binsis dengan beragam karakter.

Hidup adalah pilihan. Seseorang yang memilih untuk menumbuhkan banyak orang, meleverage banyak kebaikan, pastilah akan masuk dalam fase sendirian, karena cuma dia yang begitu.

Ramai dibersamai, namun fikiran yang lebih cepat, gerakan langkah yang lebih tangkas, basis berfikir yang sangat fundamental, terkadang membuatnya terbang melesat sendirian, tak terkejar oleh yang membersamai.

Kemarin saat bersamanya, beliau menyampaikan kepada kami,

“Nampaknya mustahil untuk menyuruh kami berhenti, ditengah berbagai peluang yang ada. Kesempatan kolaborasi ini akan terus kami gas.”

Kami yang di kanan dan di kirinya, kembali saling tatap dengan senyum getir, bahwa sahabat kami ini punya fikirannya sendiri, dan tugas kamilah menyesuaikannya.

Semangat untuk mengoptimalkan sisa usia, kesadaran bahwa potensi yang dititipkan adalah amanah, terkadang membuat kami yang berada di lingkaran dekat beliau pun, tergopoh-gopoh memahami kecepatannya.

Dan begitulah pilihan, beliau akan terus berlari, bergerak, berkolaborasi, bersinergi, dibersamai atau tanpa dibersamai.

Hidupnya bukan lagi untuk tepuk tangan riuh orang lain, tapi hidupnya tentang legacy untuk ummat, legacy di titik tertinggi, yang beliau sedang ikhtiari.

Akhirul kalam, mohon doa semoga Allah melindungi, memberkahi, menjaga cita baik beliau, menjaga seluruh keluarga besar beliau, entitas bisnis, entitas dakwah, entitas sosial.

Semoga Allah merahmati pilihan beliau, untuk berani sendiri dalam menggenggam visi, visi untuk bertemu ilahi dalam sebaik-baiknya versi. Allahumma Amin.


  • URS – tangan kiri

Impiannya sederhana; bekerja di jalan Sudirman – Thamrin

Selesai kuliah, keinginannya sederhana, bekerja dan berkarir di perusahaan yang berkantor di jalan utama Sudirman- Thamrin, daerah perkantoran paling prestise di Jakarta.

Impian masa mudanya tercapai ketika ia diterima di bagian pemasaran radio Hard Rock berkantor di jalan Thamrin. Tetapi ia merasa tidak cocok di bidang pemasaran. Belum tiga bulan, ia memutuskan mau berhenti saja.

Akan tetapi, karena pendidikannya adalah sekretaris, maka Meuthia Kasim, direktur Hard Rock FM, menawarkan posisi sekretaris di bagian marketing. Itupun hanya dijalaninya selama sebulan.

Kebetulan tahun 1997, Sarah Sechan yang membawakan acara Good Morning Hard Rockers pindah ke Singapura untuk berkarier sebagai presenter MTV. Jalan bagi perempuan ini pun terbuka. Ia diberi kesempatan untuk menguji talentanya sebagai penyiar. Meuthia Kasim menawarkannya untuk mencoba membuat demo siaran bareng Erwin Parengkuan yang baru kehilangan partner siaran. Karena ia merasa dekat dengan Erwin, ia mampu bercuap-cuap lebih asyik dan seru. Akhirnya dengan pertimbangan yang masak, Meuthia pun meminta sekretaris tersebut bekerja sebagai penyiar Hard Rock FM membawakan acara Morning Show.

Tanpa pengalaman dan pendidikan sebagai penyiar, ia melakukan siaran, learning by doing. Untung saja lingkungan kerja di sana sangat mendukungnya mengembangkan kemampuan.

Apakah ini kisah tentang penyiar yang tidak berbakat?

Tidak, ini bukan kisah tentang penyiar tidak berbakat.

Ini adalah kisah tentang Indy Barens, salah satu presenter wanita yang paling memikat pemirsa Indonesia.

Talk Show Ceriwis yang diawakinya bersama Indra Bekt merupakan salah satu program talk show tersukses di Indonesia dan sudah memasuki episode ke-1000 lebih.

Panasonic Awards 2006 memberinya penghargaan sebagai Presenter Talk show terbaik, untuk program Ceriwis yang ditayangkan setiap hari di stasiun Trans TV.

Indy juga sempat menjadi salah satu juri Indonesia Idol, yang semakin memantapkan posisinya di dunia entertainment.

Ternyata, tanpa disadari, Indy mempunyai bakat yang luar biasa sebagai penyiar. Di depan mic ia menunjukkan kepiawaiannya. Sejak awal bicara di depan corong mic, Indy tampil menarik sebagai dirinya sendiri. Wanita ini berhasil memikat pendengar hingga jenjang karirnya meningkat dan berkembang.

Dari radio ia mulai masuk ke MC panggung dan masuk ke acara televisi sampai akhirnya mempunyai acara sendiri.

Bisakah terbayang, dari seorang wanita yang cuma kebetulan bekerja di stasiun radio, ia menjadi penyiar radio yang kemudian mengantarkannya menjadi entertainer ternama? (sumber: foter.multiply.com, dll).

Hikmah

Indy Barens sama sekali tidak menyadari bakatnya yang luar biasa di bidang kepenyiaran di radio. Tetapi karena ia memiliki atmosfer kerja yang membuka kesempatan untuknya mengembangkan diri. Ia berhasil menjadi penyiar radio yang handal. Bahkan akhirnya bakatnya berkembang luar biasa sampai akhirnya menjadi selebriti terkenal dan berprestasi.


  • Buku: No Excuse
  • Penulis: Isa Alamsyah

Kisah Petani Jagung

Alkisah, di sebuah desa terpencil tinggallah seorang petani yang sangat sukses menghasilkan jagung terbaik di lahannya. Setiap sore ia mempunyai kebiasaan selalu memberikan bibit jagung terbaik di lahannya untuk para tetangga. Sudah tentu hal ini membuat tetangganya senang dan menyayanginya.

Hingga suatu hari datanglah keponakan petani dari kota dan bermalam beberapa hari di desa tersebut. Melihat kebiasaan pamannya membagi-bagikan bibit jagung, ia pun bertanya, “Mengapa setiap sore Paman selalu memberikan bibit jagung terbaik kepada para tetangga? Bukankah hal itu suatu pemboroson?”

Sang petani menggelengkan kepala dan dengan bijak menjawab, “Tidak, kau salah. Justru hal itu akan membuat tanaman jagung kita semakin baik dan tumbuh dengan bibit yang baik.” Lalu sang paman menjelaskan alasannya, “Tahukah kau bahwa angin berperan dalam menerbangkan serbuk sari bunga tanaman jagung yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain? Apabila tanaman jagung tetangga Paman buruk, serbuk sari yang ditebarkan ke ladang Paman juga buruk. Ini akan menurunkan kualitas jagung Paman, meski tanaman jagung Paman berasal dari bibit yang baik. Jadi apabila tanaman jagung di sekitar ladang Paman berkualitas baik, tanaman jagung Paman akan berbuah dengan baik dan sangat luar biasa.”


Kisah ini memberikan berbagai dimensi makna. Di bidang kepemimpinan, sang petani jagung ini memberikan pelajaran bahwa apabila Anda mempunyai sesuatu yang terbaik, berikanlah yang terbaik tersebut pada orang sekitar Anda, teman, rekan sekerja, keluarga, serta perusahaan Anda.

Dengan membuat mereka memahami makna menjadi sukses, niscaya mereka akan mendapatkan sukses-sukses kecil yang semuanya menjadi nilai tambah yang besar bagi keberadaan kita.

Petani jagung ini juga memberikan pelajaran lain, yakni apabila ingin sukses dalam berbisnis, kadang kita juga harus memikirkan pelanggan, pabrikan, dan stokeholder di sekeliling kita yang memengaruhi kesuksesan bisnis kita. Jadi kesuksesan kita harus dapat dirasakan dan menjadi nilai tambah bagi orang di sekeliling kita. Lalu apa kebutuhan pelanggan kita? Apa kendala yang dihadapi supplier kita? Dalam bisnis, hal ini kadang harus menjadi satu pemikiran utuh sehingga segala sesuatunya dapat memberikan nilai tambah yang besar bagi usaha kita.

Kisah tersebut memang tidak menjawab secara langsung dua konsep besar dalam membangun bisnis, yakni kekuatan value chain dan kepuasan stokeholders. Namun, tentunya kisah petani jagung ini juga selalu memberikan energi tersendiri bagi kita, bagaimana terus berbagi kesuksesan dan kemampuan.

Sukseskah Anda hari ini? Apakah Anda telah memberikan yang terbaik bagi sekeliling Anda? Apakah nilai tambah signifikan yang telah kita berikan bagi lingkungan bisnis kita?

Kesuksesan kita harus dapat dirasakan dan menjadi nilai tambah bagi orang di sekeliling kita.


  • Referensi: Be A Great Leader!
  • Penulis: Erwin Tenggono
Instagram

Kisah Sang Pengail Ikan

Take action now!

Ada kisah seorang pemuda miskin dan seorang pengail ikan. Sang pemuda miskin dengan muka muram dan lapar melihat sekelompok pengail di sebuah jembatan, lalu bergumam, “Andai memiliki ikan sebanyak itu, saya pasti tidak akan kelaparan dan susah.”

Di tengah lamunannya, tiba-tiba seorang pengail berkata, “Hei, aku akan memberi Anda beberapa ikan bila Anda mau membantu saya sebentar memegang kail ini, karena saya ada keperluan sebentar.” Pemuda itu dengan senang menerima tawaran tersebut dan mulai merentangkan kailnya. Perlahan, satu per satu ikan ia tangkap dan keranjang yang ditinggalkan si pengail pun hampir penuh. Sang pemuda pun senang menikmati kegiatan barunya.

Tiba-tiba pengail itu kembali dan berkata, “Terima kasih telah membantu saya. Semua ikan yang Anda dapatkan tadi menjadi milik Anda.”Pemuda tersebut pergi dengan suka cita. Namun, sebelum pemuda itu beranjak pergi, pengail ikan memberikan nasihat, “Jangan pernah membuang waktu dengan melamun dan berharap sesuatu terjadi. Lakukan sesuatu mulai dari diri Anda, siapkan kail Anda dan mulailah memancing. Niscaya Anda tidak akan kelaparan lagi.”

Kisah ini adalah kisah lama dan kita mungkin sudah sering mendengarkannya. Namun, dalam tantangan dunia usaha atau dunia pekerjaan, ada baiknya kita merenungkan kembali kisah tersebut dan bertanya apakah kita sudah membuat kail-kail kita yang baru dan kemudian berkata pada diri sendiri, “Bangun, bersemangatlah, lakukan sesuatu yang lain dari biasanya, sesuatu yang luar biasa dibanding harihari sebelumnya, maka hal besar dan luar biasa akan menjadi milik Anda.”


  • Referensi: Be A Great Leader!
  • Penulis: Erwin Tenggono

Takut Menjadi Superman

Rasa takut adalah musuh terbesar kreativitas

Coba amati masa kecil kita, apa yang kita lakukan jika kita ingin menjadi Superman? Cukup mengambil selimut sebagai sayapnya lalu diikatkan di leher kita. Kita saat itu merasa sangat yakin, bahwa kita sudah menjadi Superman dan siap membela yang lemah.

Ketika kita menaiki sapu, seolah-olah kita yakin bisa terbang seperti Harry Potter. Semua terasa tidak ada yang tidak mungkin.

Saat kecil kita sering memiliki gagasan, dan mudah merealisasikannya karena kita … percaya! Percaya menjadi Superman, percaya bisa terbang dengan sapu ajaib seperti Harry Potter. Kita sangat menikmati prosesnya ….

Pada saat itu kita berada di posisi kreativitas dengan tingkat kepercayaan yang tinggi.

Akan tetapi, ketika beranjak dewasa, kondisi dan situasinya mulai berbeda. Kita dididik untuk mengikuti peraturan. Tidak boleh melakukan kesalahan. Jika salah mendapat nilai jelek, jika benar mendapatkan nilai bagus.

Bertahun-tahun kita diajarkan untuk bisa menjawab dengan benar sesuai pertanyaan yang sudah dibuat ….

Mudah kita temukan para generasi muda yang lebih banyak meluangkan waktu untuk kursus bimbel, agar bisa menjawab dengan benar ketika ujian nasional.

Konsep belajar untuk tidak boleh salah layaknya robot, secara tidak langsung membuat kita dipupuk rasa ketakutan.

Takut salah, takut tidak naik kelas, takut mendapat nilai jelek.

Jika kita lihat pola kerja seperti itu, masa produktif kita sebagian besar dihabiskan untuk merasa takut salah, dan harus menjawab sesuai jawaban yang ada, kreativitas pun lambat laun akan memusuhi kita.

Rasa takut adalah musuh besar dari kreativitas.

Sepertinya mereka berada di dunia yang tidak tepat. Langkah yang bisa dilakukan hanya ada dua, tetap bertahan di dunia yang tidak kita senangi, atau berada di dunia yang kita cintai dengan cara mencari atau mengubahnya.

Superman akan hilang kekuatannya jika berada di Planet Krypton, tetapi menjadi pahlawan di planet bernama Bumi. Harry Potter merasa tersiksa tinggal di rumah bibinya yang kejam, tetapi ketika bertemu teman-teman yang memiliki minat sama di sekolah sihir Hogwarts, Harry Potter dapat mengasah bakatnya, bahkan mengalahkan musuh nomor satu, Voldemort.

Bagaimana dengan kamu? Sudahkah berada di dunia yang tepat?


  • Buku: Kreatif Sampai Mati
  • Penulis: Wahyu Aditya