Kisah Petani Jagung

Alkisah, di sebuah desa terpencil tinggallah seorang petani yang sangat sukses menghasilkan jagung terbaik di lahannya. Setiap sore ia mempunyai kebiasaan selalu memberikan bibit jagung terbaik di lahannya untuk para tetangga. Sudah tentu hal ini membuat tetangganya senang dan menyayanginya.

Hingga suatu hari datanglah keponakan petani dari kota dan bermalam beberapa hari di desa tersebut. Melihat kebiasaan pamannya membagi-bagikan bibit jagung, ia pun bertanya, “Mengapa setiap sore Paman selalu memberikan bibit jagung terbaik kepada para tetangga? Bukankah hal itu suatu pemboroson?”

Sang petani menggelengkan kepala dan dengan bijak menjawab, “Tidak, kau salah. Justru hal itu akan membuat tanaman jagung kita semakin baik dan tumbuh dengan bibit yang baik.” Lalu sang paman menjelaskan alasannya, “Tahukah kau bahwa angin berperan dalam menerbangkan serbuk sari bunga tanaman jagung yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain? Apabila tanaman jagung tetangga Paman buruk, serbuk sari yang ditebarkan ke ladang Paman juga buruk. Ini akan menurunkan kualitas jagung Paman, meski tanaman jagung Paman berasal dari bibit yang baik. Jadi apabila tanaman jagung di sekitar ladang Paman berkualitas baik, tanaman jagung Paman akan berbuah dengan baik dan sangat luar biasa.”


Kisah ini memberikan berbagai dimensi makna. Di bidang kepemimpinan, sang petani jagung ini memberikan pelajaran bahwa apabila Anda mempunyai sesuatu yang terbaik, berikanlah yang terbaik tersebut pada orang sekitar Anda, teman, rekan sekerja, keluarga, serta perusahaan Anda.

Dengan membuat mereka memahami makna menjadi sukses, niscaya mereka akan mendapatkan sukses-sukses kecil yang semuanya menjadi nilai tambah yang besar bagi keberadaan kita.

Petani jagung ini juga memberikan pelajaran lain, yakni apabila ingin sukses dalam berbisnis, kadang kita juga harus memikirkan pelanggan, pabrikan, dan stokeholder di sekeliling kita yang memengaruhi kesuksesan bisnis kita. Jadi kesuksesan kita harus dapat dirasakan dan menjadi nilai tambah bagi orang di sekeliling kita. Lalu apa kebutuhan pelanggan kita? Apa kendala yang dihadapi supplier kita? Dalam bisnis, hal ini kadang harus menjadi satu pemikiran utuh sehingga segala sesuatunya dapat memberikan nilai tambah yang besar bagi usaha kita.

Kisah tersebut memang tidak menjawab secara langsung dua konsep besar dalam membangun bisnis, yakni kekuatan value chain dan kepuasan stokeholders. Namun, tentunya kisah petani jagung ini juga selalu memberikan energi tersendiri bagi kita, bagaimana terus berbagi kesuksesan dan kemampuan.

Sukseskah Anda hari ini? Apakah Anda telah memberikan yang terbaik bagi sekeliling Anda? Apakah nilai tambah signifikan yang telah kita berikan bagi lingkungan bisnis kita?

Kesuksesan kita harus dapat dirasakan dan menjadi nilai tambah bagi orang di sekeliling kita.


  • Referensi: Be A Great Leader!
  • Penulis: Erwin Tenggono
Instagram

Leave a Comment