Memang, tidak semua orang suka melakukan hal-hal dengan teratur. Ada orang-orang yang bersifat spontan, suka melakukan segala sesuatu tanpa terlebih dahulu membuat rencana. Namun, jika kita berbicara tentang pekerjaan, maka membuat planning harian adalah sebuah keharusan.
Kita memiliki banyak pekerjaan di kantor. Ada begitu banyak hal yang harus diselesaikan dalam sehari. Bila kita tak membuat planning, pikiran kita akan terbebani dengan banyaknya pekerjaan. Kita akan kebingungan menentukan skala prioritas, mana pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Akibatnya, segalanya bisa berantakan.
Mengapa kita gagal membiasakan diri membuat planning harian? Begini lingkaran kebiasaan buruk yang membentuknya.
Tanda/Pemicu (Cue):
- Datang terlambat ke kantor.
Keinginan (Craving):
- Ingin santai pada pagi hari.
Perilaku (Routine):
- Memilih berangkat ke kantor mepet dengan jam masuk kantor. Tak ingin dipusingkan oleh masalah kantor. Segala sesuatu dipikir belakangan.
Ganjaran (Reward):
- Merasa senang karena menghabiskan waktu lebih lama untuk bersantai pada pagi hari.
Efek negatif:
- Maksud hati ingin bersantai, tetapi ketidakmampuan menyusun planning justru membuat kita menjalani hari-hari kerja dengan kacau. Ada banyak target penting yang terlewati, sementara pekerjaan yang tidak begitu penting dan tidak mendesak justru telah kita selesaikan terlebih dahulu. Efek jangka panjang dari kebiasaan ini adalah kita mengalami depresi karena pekerjaan menumpuk. Kita pun dinilai memiliki kinerja buruk, karena tak mampu menyelesaikan target pekerjaan dengan baik.
Solusi:
Menghindari pemicu:
- Datang 30 menit sebelum jam masuk kantor.
Mengubah perilaku:
- Datang lebih awal ke kantor, mendata seluruh pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu, menyusun skala prioritas, lalu jalani hari dengan penuh semangat. Planning akan membuat Anda menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, sehingga pikiran Anda tidak dibuat ruwet oleh tumpukan pekerjaan. Pada akhir hari, Anda akan mendapat perasaan santai yang Anda idamkan. Sebagai bonus, atasan akan memberi nilai baik bagi kinerja Anda. Siap-siap naik gaji dan naik jabatan nih!
“Bila kita tak membuat planning, pikiran kita akan terbebani dengan banyaknya pekerjaan.”
- Buku: “Habit Is Power” oleh T. Harry Wilopo