Motivator profesional asal Amerika Serikat, Jim Rohn, berulang kali berkata, “Sukses adalah sedikit kebiasaan baik yang diulang setiap hari, sedangkan kegagalan adalah sedikit keputusan buruk yang juga diulang setiap hari.”
Kesuksesan itu sangat ditentukan oleh kebiasaan. Menurut orang-orang sukses, kesuksesan sesungguhnya merupakan akumulasi dari beberapa langkah kecil dan kebiasaan. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk membangun kebiasaan-kebiasaan sukses.
Jika sukses memang semudah itu, mengapa tidak banyak orang bisa meraihnya?
Kebanyakan orang gagal meraih kesuksesan dan tidak bahagia dalam hidupnya karena mereka tidak memiliki kepercayaan terhadap diri mereka sendiri. Mereka tidak yakin akan mampu meraih impian mereka.
Mereka sebenarnya tahu harus melakukan apa untuk meraih kesuksesan. Namun, karena merasa kurang yakin dengan dirinya, mereka pun menyerah sebelum mencoba atau memilih berhenti di tengah perjalanan menuju ke sana, sehingga gagal membangun kebiasaan baru.
Sebaliknya, orang-orang sukses bertindak berbeda dari kebanyakan orang. Dengan penuh percaya diri, mereka setidaknya melakukan tiga hal ini dan membuat mereka berhasil membangun kebiasaan sukses yang baru.
1) Mereka memilih tantangan ketimbang kenyamanan. Untuk menuju puncak gunung kesuksesan, setiap orang harus membayar harganya. Harganya yaitu berani menghadapi tantangan saat mendaki ke atas dan melepaskan zona nyaman.
2) Berpikir positif. Orang sukses selalu berprinsip “apa pun yang bisa engkau pikirkan, maka pasti bisa engkau dapatkan!”. Pikiran seperti ini membantu kita menghapus kebiasaan lama yang negatif dan menggantinya dengan kebiasaan baru yang positif.
3) Membangun kerja sama. Tak ada orang yang bisa sukses dengan kekuatannya sendiri. Kesuksesan baru bisa terwujud jika kita bisa membentuk hubungan yang positif dengan orang lain. Bertemu dan menjalin kerja sama dengan orang lain akan membuka peluang bagi kita untuk meraih kesuksesan.
Kesuksesan tak akan didapatkan dalam waktu semalam. Jika ingin meraih kesuksesan dengan cepat, maka kita harus membangun kebiasaan-kebiasaan positif mulai sekarang, bukan besok atau lusa.
—–
Book: Habit Is Power More Info