Lelaki Penyakitan Itu pun Menjadi Presiden

Banyak orang menyesali kekurangan yang dimilikinya sebagai alasan dari keterpurukannya. Ada hal tertentu yang memang tak bisa kita ubah. Anda, misalnya, tak bisa meminta kepada Tuhan untuk dikirim kembali ke dalam rahim orang lain agar mempunyai bentuk dan kekuatan fisik yang berbeda. Tentu tidak. Tetapi masa depan kita itu sesungguhnya menjadi tanggung jawab kita juga.

Saya ingin mengajak Anda merenungi kehidupan Presiden Theodore Roosevelt yang lahir di New York City pada 1858. la anak kedua dari empat bersaudara. Enam generasi Roosevelt yang datang dari negeri Belanda ini mewarisi berbagai penyakit degeneratif seperti rabun jauh dan alergi bronkial yang parah.

Sejak dilahirkan, TR, panggilan akrabnya, sudah mengalami serangan penyakit asma bronkial yang disebabkan pembengkakan selaput lendir dengan sekresi yang akut sehingga saluran pernapasannya terganggu. Rangsangan saraf, makanan tertentu, serbuk sari yang banyak beterbangan pada musim semi, atau gangguan emosional, dapat dengan mudah memicu serangan asma pada dirinya.

Episode tersebut terjadi selama masa kanak-kanak TR pada interval yang tinggi. Ia sering tiba-tiba terbangun dari tidur nyenyaknya dengan terengah-engah, sesak napas, dan wajahnya pucat kebiruan. Eranganerangan halus sering menemani hari-harinya. Pasien kecil itu sering kelelahan dan tidak bisa bernapas ketika berbaring. Kalau sudah tidur bunyi napasnya bisa berisik. Menurut catatan sejarah, TR kecil hanya menemukan kenyamanan tidur dalam pelukan ayahnya.

Asma yang diderita Roosevelt terus berlanjut bahkan kemudian disertai dengan diare. Ini menunjukkan bahwa saluran ususnya juga sensitif terhadap alergi.

Perjalanan Mengubah Nasib

Pada 1869, ayah TR melakukan perjalanan ke luar negeri, berharap perubahan iklim dapat mengurangi penderitaan kedua anaknya. Mereka mengunjungi Prancis, Italia, Austria, dan Jerman yang memiliki tekanan udara lebih rendah dengan debu dan serbuk sari yang kadarnya jauh lebih aman. Lalu, mereka mengunjungi Mesir. Di sana, TR dibawa ke sebuah kawasan spa untuk terapi.

Alergi pernapasan dan gangguan pencernaan yang dialami TR menghambat perkembangan fisiknya. Kesehariannya tampak pucat, kerempeng, kecil untuk anak seusianya, dengan kaki kurus, mata biru, dan rambut berpasir. Giginya menonjol, ortodontik. Di kemudian hari, Roosevelt menyembunyikan bentuk giginya yang buruk itu di bawah kumis walrusnya.

Singkat cerita, TR kecil dikenal sebagai anak penyakitan yang prestasi sekolahnya bisa terganggu. Tetapi, nasihat hebat datang dari ayahnya saat ia berusia 11 tahun. Katanya, “TR, percuma saja engkau belajar keras kalau tubuhmu rapuh. Kendaraan pribadimu yang lemah itu tak akan pernah bisa membawamu ke masa depan yang engkau impikan lewat sekolah.”

Namun, di balik kelembutannya, ayah TR adalah seorang pria tegar yang mendorong anak-anaknya membangun tubuhnya dengan latihan yang sistematis. la membuat gimnasium pribadi di teras terbuka rumahnya. Di sana, di bawah arahan instruktur khusus, TR dilatih dengan penuh kesabaran dari hari ke hari, tahun ke tahun. Mengangkat beban, push-up, dan melatih kelenturan dengan palang sejajar. Bentuk dadanya yang sempit perlahanlahan berubah, menjadi berotot dan bidang.

Kelemahan lain datang kemudian: rabun jauh ekstrem. Ini pun agak terlambat diketahui karena TR tak pernah belajar di sekolah formal dengan melihat ke arah papan tulis. Maklum, karena fisiknya lemah, TR harus ikut home schooling dengan guru privat sehingga miopianya tidak diketahui orangtua. Jadi, pandangannya hanya dipakai untuk menulis dan membaca jarak dekat. Di kejauhan ia hanya bisa melihat garis samar-samar. Cacat matanya pertama kali diketahui saat ia diajarkan ayahnya menembak pada usia 13 tahun. la sama sekali tidak bisa membidik sasaran jauh.

Dilengkapi dengan kacamata berlensa tebal, TR berlatih menembak sampai mahir. Ia pun terobsesi membangun keunggulan dalam permainan dan olahraga yang menyerukan kekuatan, ketahanan, dan keterampilan, seperti tinju, gulat, mendayung, berkuda, dan mendaki gunung. Ia juga menjadi petenis yang andal, bahkan judo, karate, dan renang. Nasihat ayahnya benar-benar merasuki jiwanya.

Berkat kerja kerasnya itu, ia diterima bersekolah di Harvard sebelum belajar hukum di Columbia Law School. Sementara di sekolah hukum, ia terpilih sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York, komisaris di Kepolisian Kota New York, sebelum diangkat menjadi Asisten Sekretaris Angkatan Laut oleh Presiden McKinley. Bahkan kemudian ia bergabung dengan resimen kavaleri untuk bertarung dalam Perang Spanyol-Amerika di Kuba dan mendapat gelar pahlawan nasional.

Belakangan, ia terpilih sebagai Gubernur New York State pada November 1898 dan tahun berikutnya terpilih sebagai calon wakil presiden pada konvensi Partai Republik di Philadelphia. Pada 4 Maret 1901, Roosevelt mengucapkan sumpah sebagai wakil presiden. Dan pada usia 42, ia disumpah sebagai Presiden Amerika Serikat termuda.

Theodore Roosevelt yang kendaraan pribadinya dulu begitu rapuh, kini terkenal dengan ucapannya, “Melesat seperti roket.” Sebab selain sebagai negarawan, ia juga dikenal sebagai sejarawan, penjelajah pemberani, dan aktivis lingkungan yang tak tertandingi. Para sejarawan menyebutkan, mungkin ia adalah negarawan paling berhasil dalam sejarah bangsa Amerika.

Jangan lupa, ia adalah Presiden Amerika yang membangun Terusan Panama dan dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian. Bayangkan, apa jadinya dunia hari ini kalau ayah TR hanya sibuk mengurus dirinya sendiri dan memanjakan anaknya yang lemah, menjadikannya passenger malas yang dibesarkan dalam keluarga serbaada? Bayangkan pula kalau TR berperilaku manja dan menyesali kelahirannya. Kalau itu yang dipilih, Anda pasti mengatakan itu sah-sah saja. Apalagi ayahnya adalah seorang saudagar kaya dan bankir. Ibunya juga keturunan dari Robert III, Raja Skotlandia. Sekadar menjadi passenger pun bisa hidup enak. Hartanya pasti tak akan pernah habis hingga beberapa keturunan.


  • Sumber: “Self Driving” Rhenald Kasali

Lelaki Dahsyat dari yang Terdahsyat

Mungkin yang Anda kenal orang-orang hebat itu… Bill Gates dan urutan selanjutnya setelah Bill Gates. Si Lelaki kaya raya karena sebuah produk digital dan keahliannya dalam marketing. Tapi ada sebuah nama yang mungkin belum Anda kenal atau justru anda pernah menghadiri seminarnya… Siapakah dia?

(Sumber Photo: Diambil dari hasil pencarian menggunakan Coogle, saya tidaklahu siapa yang pertama kali menerbitkannya)

Hey… ini bukan hasil rekayasa Photoshop dan bukan pula sebuah patung yang sedang dipajang. Itu adalah manusia asal Australia yang ketika lahir diberi nama Nick Vujicic. Dia adalah Direktur sebuah lembaga non-profit yang la dirikan ketika usianya 17 tahun. Lembaga tersebut diberi nama Life Without Limbs (Hidup Tanpa Anggota-Anggota Tubuh). Hah, Direktur? Serius! Dia DIREKTUR.

Nick dilahirkan tanpa lengan dan kaki yang utuh. Dia hanya memiliki sebuah telapak kaki kecil di dekat pinggul kirinya. Meski demikian Nick tetap memiliki tubuh dan juga wajah yang tampan, bukan? Selain tampan, dia pun mampu melakukan hal-hal yang bahkan lebih hebat dari orang normal. Dengan kondisi seperti itu Nick bisa menjadi seorang motivator internasional, bisa menulis, mengetik, main golf, dll.

Renungkanlah, Nick yang hanya memiliki anggota tubuh seperti itu bisa;

  1. Mengetik dan Menulis
  2. Berenang dan berselancar
  3. Berdiri dengan gagah
  4. Menjadi seorang motivator (saat saya menulis buku ini, seingat saya Nick sudah berbicara di berbagai benua, di lebih 24 negara, saya lupa lagi. Hehe..)
  5. Berbisnis
  6. Main drum dan Golf (wow..!)
  7. And more….

Dia bahkan bisa melakukan banyak hal layaknya orang normal seperti kita! Saya benarbenar tercengang dan terharu habis-habisan ketika pertama kali menyimak kisah beliau. Ada energi super dahsyat yang menghinggapi diri saya, sejak itu saya mulai bisa bangkit dari keadaan saya yang sungguh serba kekurangan. Saya mulai yakin dan percaya bahwa saya juga pasti bisa! Bagaimana dengan anda? AHA! Saya yakin kini gairah anda untuk bisa lebih sukses dari sebelumnya mulai muncul.

Apakah Nick Tegar dan Berani Sejak Kecil? Tidak! Dia Hampir Bunuh Diri!

Ketika Nick masih berusia 8 Tahun dia sempat berpikir untuk bunuh diri karena tekanan batin. Bahkan ketika dia bisa masuk sekolah umum yang padahal saat itu justru tidak diperbolehkan karena cacat pisik.

Penderitaannya tidak terhenti di sana… Justru setelah dia bisa masuk sekolah umum, dia langsung menyadari betapa ia sangat jauh berbeda dengan anak-anak lainnya. Tak heran jika ia semakin tertekan oleh keadaan. Beruntung Nick memiliki sahabat dan keluarga yang selalu memberinya semangat. Hemmmm… Saya tidak bisa membayangkan jika saya berada di posisi seperti itu.

Beruntung pula setelah masa-masa krisisnya itu Nick menemukan sebuah artikel yang membuatnya bisa lebih tegar dan lebih bijaksana dalam menyikapi apa yang menimpa dirinya. Artikel tersebut menceritakan seorang pria cacat fisik seperti dirinya yang bisa melakukan hal-hal dahsyat dan menolong orang lain. Hal tersebut yang membuat Nick berkata, “Pada saat itulah, saya menyadari bahwa Tuhan memang menciptakan kita untuk berguna bagi orang lain. Saya memutuskan untuk bersyukur, bukannya marah. atas keadaan diri sendiri! Saya juga berharap, suatu saat bisa menjadi seperti pria luar biasa itu-yakni bisa menolong dan menginspirasi banyak orang!” (Perkataan Nick dikutif dari artikel pojok motivasi Andrie Wongsong)


  • Sumber: “Be Your Super Self” oleh Lulu Kemaludin

Jangan Membatasi Diri, Semua Orang Memiliki Kesempatan yang Sama

“Kebanyakan orang gagal meraih cita-citanya bukan karena mereka tidak mampu, tetapi karena tidak berkomitmen.”

(Zig Ziglar)

“Anda dapat menciptakan banyak alasan, dan Anda juga dapat menciptakan banyak uang. Sayangnya, Anda tidak bisa menciptakan keduanya sekaligus.”

(Paul Hanna)

SUDAH disampaikan dari awal bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Apa artinya? Artinya adalah bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi apa pun, meraih apa pun, dan menghasilkan apa pun. Anda dapat memiliki semua yang Anda inginkan, lepas dari seberapa pun terlihat mustahil di masa ini. Rumah seperti apa yang Anda inginkan? Apakah Anda ingin menjadi kaya raya? Apakah Anda ingin memiliki perusahaan sendiri? Apa yang benar-benar Anda inginkan?

Saat ini, berapa pun umur Anda, yang terpenting adalah milikilah tujuan. Tentang tujuan ini akan dibahas pada subbab selanjutnya. Setelah memiliki tujuan, fokuskan perhatian, pemikiran, dan tindakan Anda pada tujuan tersebut. Fokus bukan berarti Anda kemudian meninggalkan segalanya kecuali tujuan tersebut. Tidak, tidak. Bukan demikian. Fokus berarti mencurahkan waktu, pemikiran, tindakan, dan perhatian kepada satu hal (dalam hal ini tujuan) dalam porsi yang lebih besar. Misalnya, jika Anda ingin memiliki perusahaan sendiri, Anda tentu tetap harus bekerja di tempat Anda bekerja sekarang ini. Tetapi, sebagian uang gaji Anda harus ditabung untuk persiapan tujuan Anda. Kemudian curahkan sedikit waktu di luar waktu kerja untuk merencanakan, mencari relasi, dan segala hal yang dibutuhkan agar perusahaan yang Anda impikan tersebut bisa terlaksana cepat atau lambat. Itulah fokus.

Baiklah, anggap saja Anda sudah memiliki tujuan dan sudah fokus. Tetapi bagaimana jika keadaan Anda saat ini sedang miskin, banyak utang, dan dari keluarga pun tidak ada “bibit” kaya raya? Jawabannya adalah, “Memang kenapa?”

Kalau memang Anda miskin, apakah Anda semiskin Walt Disney yang mandi pun harus numpang di stasiun dan hanya memiliki perabot meja kecil? Pada kenyataannya, Anda masih bisa membeli buku ini. Atau utang Anda yang banyak itu, apakah sebanyak Donald Trump dulu ketika dia memiliki utang hampir satu miliar dolar? Sepertinya juga tidak, karena pasti Anda masih memiliki uang untuk bersenang-senang. Bagaimana jika di keluarga Anda tidak ada “bibit” kaya raya? Tidak masalah. Apakah menurut Anda seorang Bill Gates, J.K. Rowling, Oprah Winfrey, Ray Kroc, semuanya keturunan millionaire? Tidak. Tetapi pada kenyataannya mereka menjadi millionaire. Jadi, kembali ke pertanyaan awal, “Memang kenapa?”

Jangan membatasi diri. Kadang bukan orang lain atau situasi tertentu yang memberi batasan pada seseorang. Justru yang paling sering terjadi adalah orang itu sendiri yang membatasi dirinya. Seorang pengemis yang sudah membatasi diri dengan meyakini bahwa dirinya tidak mungkin kaya, ya dia tidak akan melakukan hal-hal yang akan menjadikannya kaya. Dia sendiri merasa ‘tidak mungkin’, mengapa harus mengejar sesuatu yang ‘tidak mungkin’? Sekarang, apakah Anda mampu menang dengan juara dunia tinju kelas berat saat ini? Jika Anda berpikir ‘tidak mungkin’, apakah Anda berniat melawannya dalam sebuah pertandingan tinju? Lain halnya jika Anda berpikir mungkin bisa menang, Anda bisa jadi bersedia bertanding dengan juara tersebut.

Pikiran ‘tidak mungkin’ inilah suara hati yang selalu menjegal orang untuk maju. Tidak mungkin menjadi pengusaha, tidak mungkin menjadi pembalap, tidak mungkin menjadi astronaut, tidak mungkin mendapatkan satu miliar dan kelipatannya, dan tidak mungkin-tidak mungkin lainnya. Dijamin, Anda tidak akan mengejar sesuatu yang di pikiran Anda ‘tidak mungkin’. Benar demikian? Pasti benar.

Barangkali Anda harus membaca ini untuk membuka pikiran Anda. Berikut adalah biografi singkat orang yang tidak pernah membatasi diri.

Stephen Hawking, fisikawan terbaik dunia setelah Einstein. Dia didiagnosis mengidap penyakit pada umur 21 tahun dan diperkirakan umurnya tinggal dua setengah tahun lagi. Tetapi, dia tetap berjuang hidup dan prediksi dokter pun salah. Pada tahun 1988, dia menulis buku A Brief History of Time yang telah diterjemahkan ke dalam 22 bahasa dan terjual lebih dari sepuluh juta kopi. Ketika berumur 52 tahun, profesor Inggris ini lumpuh akibat penyakit neuron motor yang berangsur-angsur semakin buruk serta tak dapat diobati. Tapi, dia terus bertahan.

John F. Kennedy, sekalipun dia menderita cedera tulang belakang yang parah, dia masih mampu menjadi presiden Amerika Serikat ke-35.

Franklin Delano Roosevelt, meski mengidap polio dan lumpuh dari pinggang ke bawah pada usia 39 tahun, ia menjadi satusatunya orang dalam sejarah yang dipilih sebagai presiden Amerika Serikat sampai empat kali.

Hellen Adams Keller, seorang penulis yang sangat ternama di dunia dengan banyak sekali karya buku, adalah seorang yang tuli, buta, dan bisu sejak masih anak-anak.

Thomas Alva Edison menciptakan music box pada saat tuli.

Iskandar Agung (Alexander The Great), salah satu pemimpin paling terkenal dalam sejarah, adalah seorang yang bungkuk.

Beethoven, salah satu pemusik klasik nomor satu dunia, ternyata seorang yang tuli.

John Milton, pengarang sajak teragung di Inggris yang berjudul Paradise Lost, adalah seorang yang buta.

William Shakespeare, siapa yang tidak mengenalnya? Kisah Romeo dan Juliet adalah salah satu kisah roman paling laris di dunia. Tetapi, tidak banyak yang tahu bahwa Shakespeare adalah seorang yang lumpuh.

Mereka bisa dibilang orang yang “kurang”, tetapi mereka tidak pernah membatasi diri untuk meraih apa yang mereka inginkan. Apakah keadaan Anda seburuk mereka? Sepertinya tidak. Lalu, apa alasan Anda membatasi diri Anda sendiri?

Sekali lagi, jangan membatasi diri. Bukankah sudah dikatakan bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini? Begitu juga dengan apa yang terjadi pada diri Anda. Apakah ada kemungkinan Anda mendapatkan satu miliar dan kelipatannya? Ya! Kenapa tidak? Semua orang memiliki kesempatan yang sama.


  • Buku: “DNA Millionaire” oleh Rick Armanae. More Books

Lihat, Tanpa Kaki!

Terlahir sebagai orang cacat dengan fibular hemimelia, dia harus membiarkan kedua kakinya diamputasi ketika dia baru berumur 1 tahun.

Untuk mewujudkan cintanya pada dunia atletik, dia mempunyai tungkai tiruan yang dipasang di bawah dengkulnya dan dia bertanding melawan para atlet normal di kolese. Maka dia pantas menjadi atlet perwakilan dari universitasnya untuk Asosiasi Atletik Antarkolese Nasional.

Keringat membuat tungkai palsu licin; rekornya tidak begitu hebat. Akan tetapi, dia disanjung oleh teman-teman kuliahnya ketika dia melanjutkan berlari melawan para atlet normal.

Aimee Mullins bertanding melawan para-atlet dan terus mencapai rekor dunia renang. Kemudian dia menjadi seorang model pakaian dan menggeluti catwalk dengan tungkai palsunya.

Dalam upaya mengatasi kekurangannya, Aimee berkata, “Tiada sesuatu yang tidak mungkin bagiku dengan kaki palsu. Aku dapat menjadi seorang bintang olahraga dan menciptakan rekor dunia dan menjadi seorang model baju paling top tanpa kedua kakiku.”


Pekerjaan Baru Buat Tukang Ledeng

Suatu hari pimpinan Mercedez Benz, sebut saja Mr. Benz, menelepon seorang tukang ledeng yang direkomendasikan temannya untuk memperbaiki kran air yang bocor di rumah. Temannya bilang tukang ledeng yang satu ini bisa diandalkan.

Ketika dihubungi ternyata sang tukang ledeng sedang banyak pekerjaan dan baru bisa datang dua hari lagi. Akhirnya Mr. Benz setuju untuk menunggu dua hari.

Keesokan harinya, sang tukang ledeng menghubungi bos Mercy tersebut sekedar untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi. Sang bos terkesan atas pelayanan dan cara berbicara sang tukang ledeng.

Pada hari yang telah disepakati, sang tukang ledeng datang ke rumah tersebut untuk memperbaiki kran yang bocor.

Setelah kutak-katik sana-sini, kran pun selesai diperbaiki dan sang tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya.

Sekitar dua minggu setelah hari itu, sang tukang ledeng kembali menghubungi Mr. Benz sekedar untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah?

Mr. Benz berpikir orang ini luar biasa, walaupun cuma tukang ledeng tetapi begitu memperhatikan kepuasan pelanggan.

Beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut sang tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya. Tentu sang tukang ledeng kaget, apalagi sebelumnya ia tidak tahu orang yang dibantunya adalah pimpinan sebuah perusahaan otomotif terbesar di dunia.

Kira-kira pekerjaan apa yang cocok untuknya?

Apakah tukang tersebut akan diangkat menjadi pengawas saluran air dan perledengan di pabrik Mercedez?

Apakah keahlian di bidang pipa yang membuatnya direkrut?

Tidak. Bukan keahliannya sebagai tukang pipa yang membuatnya mendapat posisi baru, tapi dedikasinya yang ingin selalu membuat pelanggan puaslah yang membuatnya menjadi pegawai terhormat.

Tukang ledeng itu bernama Christopher L. Jr. la direkrut untuk mengurusi customer Mercedez Benz dengan tujuan utama agar pemilik mobil Mercedez puas atas pelayanan perusahaan otomotif tersebut.

Dengan pekerjaan barunya, sang tukang pipa kini harus mengembangkan bakatnya di bidang kepuasan pelanggan, sebuah bidang yang sebelumnya sama sekali tidak terpikir sebagai pekerjaan.

Sang tukang pipa tidak menyangka bahwa keramahannya melayani pelanggan, keinginannya memuaskan pelanggan, ternyata merupakan keahlian yang sangat berharga dan jarang dimiliki orang. Karena keahlian ini bukan sekedar ilmu tetapi juga menyangkut hati manusia.

Tak pernah terpikir olehnya, sebuah sikap yang dianggap sekedar nilai tambah pekerjaan ternyata mempunyai nilai besar.

Karirnya melesat hingga ia menjabat sebagai General manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz!

Sebuah lompatan yang tinggi bagi seorang tukang ledeng.


Hikmah:

Memberi kepuasan pada hati pelanggan merupakan naluri alamiah Christopher ketika menjalankan usaha.

Sekalipun ia hanya tukang ledeng tetapi ia selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Akan tetapi ia tidak menyadari bahwa sikap ini merupakan aset yang sangat berharga, sampai akhirnya salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia berani membayar mahal dan memberinya posisi penting atas sikap tersebut.


  • Buku: “No Excuse” oleh Isa Alamsyah
  • Join the Inspiration Join
  • Good books to read Download

“Saya ini wartawan, mana bisa memandu talk show!”

Sebagai wartawan di televisi, wanita ini menunjukkan kepiawaiannya dalam berkomunikasi pada setiap wawancara. Pertanyaannya tajam dan cerdas. la bisa mengungkap informasi terdalam tanpa membuat nara sumber terbebani atau dipermalukan.

Jajaran pimpinan menangkap kelebihan wanita tersebut dan menawarkannya jenjang yang lebih tinggi. la ditawari untuk ikut memegang talk show televisi.

Bagaimana tanggapan wanita tersebut pertama kali mendengar tawaran itu? la ragu, tidak yakin akan kemampuannya memandu talk show.

“Saya ini wartawan, mana bisa memandu talk show!”

Singkat cerita akhirnya ia mau terlibat dalam talk show bersama host lain. Karirnya tidak mulus, banyak hambatan yang harus dilaluinya sampai akhirnya mempunyai talk show sendiri.

Talk show-nya pun tidak langsung berjalan lancar. Pada tayangan perdana, tidak ada penonton di studio, sehingga ia harus turun ke jalan menawarkan donat dan keramahan agar ada yang mau masuk menjadi penonton. Orang pertama yang menjadi incarannya yaitu Don Johnson, bintang Miami Vice, yang saat itu sedang top-topnya, bahkan tidak menggubris undangannya, sekalipun sudah berkali-kali dikirimi surat dan bunga.

Ketika undangan bagi pembicara untuk tayangan perdana talk shownya tidak digubris, akhirnya ia memilih keluarga dan wanita sebagai tema pada tayangan perdananya.

Apakah ini kisah tentang host talk show tidak berbakat?

Tidak, ini bukan kisah pemandu talk show tidak berbakat. Ini adalah kisah Oprah Winfrey yang kini dikenal sebagai ratu talk show dunia.

Ternyata tema wanita dan keluarga yang diangkat pada talk show edisi pertama tersebut justru menjadi tema yang sangat diminati. Tema yang pada awalnya dipilih karena undangannya diabaikan bintang Miami Vice ini, akhirnya justru menjadi tema sentral talk show Oprah dan memperkuat posisinya dalam dunia talk show.

Perlahan tapi pasti, acara talk show-nya semakin banyak dinantikan hingga akhirnya menjadi yang terbesar.

Saat ini Oprah Winfrey Show disaksikan 46 juta pemirsa setiap minggu di Amerika dan secara internasional disiarkan di 134 negara. Acara Oprah Winfrey Show merupakan acara talk show no. 1 selama 21 musim secara berturut-turut sampai saat ini. Ratusan orang penting dunia pernah menjadi tamu pada acaranya.

Kini Oprah menjadi wanita selebritis terkaya di dunia dengan nilai kekayaan mencapai USD 1,5 milar (Rp 15 triliun).

Begitu besar pengaruh Oprah Winfrey sehingga ia beberapa kali dinobatkan sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia. Semua berawal dari talk show.


  • Buku: “No Excuse” oleh Isa Alamsyah
  • Join the Inspiration Join
  • Good books to read Download