Pernahkah Anda bermimpi berada di satu pasukan tempur yang terlengkap baik dari jumlah serdadu, tentara, dan teknologi, serta dilengkapi dengan kapal induk dan pesawat tempur tercanggih yang tidak dimiliki negara lain? Selain itu, Anda juga mempunyai panglima perang yang terkenal andal dalam strategi maupun teknis operasional peperangan. Dengan kekuatan yang Anda miliki, Anda mulai melakukan peperangan dan penyerbuan secara besar-besaran. Seluruh pasukan Anda kerahkan untuk memenangi peperangan tersebut, baik lewat udara maupun laut. Peluru kendali dan segala jenis bom juga Anda pergunakan untuk memenangi peperangan. Waktu berjalan dan tanpa terasa Anda telah melakukan peperangan bertahun lamanya. Dan, walaupun telah berhasil menghancurkan banyak pertahanan musuh, Anda harus berjalan lesu menerima kekalahan. Inilah suatu kenyataan yang harus diterima Amerika Serikat saat perang Vietnam, di mana mereka lebih unggul ditilik dari segi kekuatan. Apa yang menjadi kekuatan ataupun keunggulan si kecil Vietnam saat itu hanya satu, yaitu semangat atau spirit untuk memenangi pertempuran. Semangat yang tidak pernah padam walaupun digempur oleh kekuatan bom dan peluru kendali. Dari kenyataan ini kita melihat bahwa semangat adalah suatu keunggulan bersaing (competitive advantage) yang bisa mendatangkan kekuatan untuk memenangi peperangan dan persaingan.
Pada akhir tahun kita cenderung disibukkan dengan semua pembuatan rencana kerja, penyusunan, strategi, stock opname, dan tentu saja perhitungan keuntungan perusahaan pada tahun yang sedang berjalan. Dan, dalam kehidupan sehari-hari kita selalu bersama-sama dengan rekan sekerja, atasan, dan bawahan. Oleh karena itu saat akhir tahun inilah waktu terbaik bagi kita untuk meluangkan waktu sesaat, menjabat tangan dan berbicara dengan mereka. Hasilnya, kita akan mengetahui seberapa besar semangat mereka dalam membantu kita membangun perusahaan atau bisnis kita. Saya selalu percaya bahwa sebuah tim dapat membuat suatu keajaiban dalam situasi tersulit apa pun sebab karyawan dan rekan kerja adalah harta terbesar yang kita miliki. Ini sama seperti pendapat seorang pengusaha terbesar di dunia. Saat perusahaannya bangkrut, dia berkata kepada pihak bank yang memberikan pinjaman dan semua penyuplainya, “Anda dapat mengambil semua harta dan perusahaan saya, tetapi tidak orang-orang saya. Bersama mereka saya dapat membangun suatu perusahaan baru.” Perusahaan tersebut adalah perusahaan mobil Ford yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di dunia hari ini.
Tanpa merenungkan kata-kata ini, kita tidak pernah menyadari bahwa semangatlah yang membuat kita tetap hadir dan berjuang dengan segala kesulitan kita dalam menghadapi krisis, ekonomi, serta politik yang relatif tidak menentu. Dalam bahasa China, krisis terdiri atas dua kata yaitu Wei Ji; Wei dari kata Wei Xian yang berarti bahaya dan Ji dari kata Ji Hui yang berarti peluang. Dengan demikian, peluang di segala tingkat organisasi, perusahaan, dan bisnis apa pun bisa digali dengan adanya semangat yang sangat besar.
Memasuki tahun baru ada banyak hal yang perlu disiapkan, baik berbenah atas perubahan regulasi pemerintah, maupun hal-hal lain di bidang kinerja keuangan ataupun bisnis. Biarlah semangat itu tetap ada dan menjadi kekuatan tersendiri bagi kita untuk saling memberikan kekuatan, yakni kekuatan motivasi untuk menumbuhkan semangat baik dalam kata maupun tindakan. Waktu telah membuktikan pada kita bahwa “semangat” merupakan suatu kekuatan yang memberikan kemenangan dan kekuatan bagi kita. Ingatlah, semangat merupakan bagian nyata dari keunggulan bersaing (spirit is a strong part of competitive advantage).
Spirit is a strong part of competitive advantage.
Anonim
- Referensi: Be A Great Leader!
- Penulis: Erwin Tenggono
