Melawan Bad Habit Menunda Pekerjaan

Otak kita secara alamiah lebih suka mendapatkan ganjaran lebih cepat dan tidak menyukai ganjaran yang tertunda. Menunda pekerjaan berarti kita mendapatkan waktu santai dengan cepat. Hal inilah yang membuat banyak orang suka menunda pekerjaan, meski ujung-ujungnya kita akan dibuat panik oleh pekerjaan-pekerjaan yang tertunda.

Tanda/Pemicu (Cue):

  • Ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Deadline tidak mengikat.

Keinginan (Craving):

  • Ingin segera bersantai.

Perilaku (Routine):

  • Memilih menunda pekerjaan dan menyegerakan bersantai. Pekerjaan baru dikerjakan menjelang tenggat waktu yang ditentukan.

Ganjaran (Reward):

  • Merasa santai.

Efek negatif:

  • Menunda pekerjaan sama saja dengan menunda masalah. Cepat atau lambat, pekerjaan harus diselesaikan. Jika mengerjakan pekerjaan mepet tenggat waktu, kita akan terburu-buru. Akibatnya, hasilnya tidak optimal. Reputasi kita dipertaruhkan di sini. Kita akan mendapatkan citra sebagai pekerja yang baru menyelesaikan pekerjaan di pengujung tenggat dengan hasil yang standar (tidak istimewa). Bagaimana mungkin kita dianggap istimewa, sedangkan hasil kerja kita tidak istimewa?

Solusi:

Menghindari pemicu

  • Anggaplah setiap pekerjaan yang datang harus segera diselesaikan tanpa ditunda-tunda.

Mengubah perilaku

  • Bersantai bisa dilakukan setelah kita menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Berikan reward kepada diri sendiri setiap kali berhasil mengerjakan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu. Misal, saya boleh bermain game atau beraktivitas di media sosial setelah seluruh pekerjaan kantor selesai dengan hasil memuaskan.

  • Buku: “Habit Is Power” oleh T. Harry Wilopo
Pesan Di Sini

Leave a Comment