Melawan Bad Habit Bangun Siang

Kebanyakan dari kita memulai hari dengan satu kebiasaan buruk, yaitu bangun siang. Kelihatan sepele, bukan? Namun, rasanya mustahil meraih kesuksesan dalam karier dan bisnis jika kita terus-menerus memelihara kebiasaan buruk ini.

Tanda/Pemicu (Cue):

  • Merasa jam tidur kurang lama.
  • Merasa kualitas tidur tidak baik (tidur kurang nyenyak).

Keinginan (Craving):

  • Ingin mendapatkan kesegaran tubuh setelah pulas tidur.

Perilaku (Routine):

  • Melanjutkan tidur hingga siang, baru bangun menjelang jam berangkat ke kantor.

Ganjaran (Reward):

  • Merasa puas tidur dalam waktu yang lama.

Efek negatif:

Jam tidur normal bagi orang dewasa adalah 7-8 jam sehari. Apabila hal ini terpenuhi, maka kita menjadi produktif dan dipercaya akan mendatangkan usia yang panjang. Memiliki jam tidur yang lebih lama dari seharusnya sama buruknya dengan kurang jam tidur. Hal ini akan berimplikasi pada kesehatan kita. Terlalu banyak tidur bisa menimbulkan penyakit berbahaya, yaitu gangguan saraf di otak yang menyebabkan sakit kepala, gangguan mental berupa perasaan cemas, meningkatkan risiko sakit jantung, diabetes, obesitas, dan memberikan nyeri punggung. Bangun siang juga memberikan dampak merugikan, seperti terganggunya metabolisme tubuh, lesu seharian, sulit berkonsentrasi, sensitif, dan membuat kita kehilangan waktu produktif pada pagi hari. Bagaimana kita bisa sukses dalam karier dan hubungan sosial jika masalah itu terus mengikuti kita sepanjang hari?

Solusi:

  • Menghindari pemicu

Jangan tidur terlalu larut, agar kita mendapatkan jam tidur yang cukup. Tidurlah pukul 21.00 atau selambatlambatnya pukul 22.00, sehingga kita bisa terbangun dengan segar pada pukul 05.00 pagi.

Jangan membiasakan diri beraktivitas dengan gawai sebelum tidur. Para dokter sepakat bahwa cahaya biru pada gawai memiliki dampak buruk dalam jangka panjang. Cahaya biru itu akan membuat mata lelah, mengganggu siklus tidur karena menurunkan hormon melatonin hingga 23%, menyebabkan kita insomnia, serta merusak kornea dan retina mata. Bermain gawai sebelum tidur membuat tidur kita tidak pulas. Akibatnya, kita bangun dengan perasaan masih mengantuk.

  • Mengubah perilaku

Ketimbang melanjutkan tidur hingga siang, bangunlah dan berolahraga. Dengan berolahraga, kita akan mendapatkan perasaan bugar, seperti yang kita inginkan dalam kebiasaan ini. Mengajak teman atau pasangan untuk joging, mendekatkan sepatu dan pakaian joging dekat dengan ranjang akan membuat motivasi kita untuk berolahraga makin meningkat.


  • Sumber: “Habit Is Power”, oleh T. Harry Wilopo
Pesan Sekarang

Leave a Comment