“Don’t focus on going from 0 to 100. Focus on going from 0 to 10, then 10 to 20, then 20 to 40. And so on and so on until you get 100. Trust the process. Enjoy the process. Step by step. You will be there.”
Jack Ma
Orang² baik sejak dulu selalu punya kegelisahan terhadap situasi dan kondisi yang bersifat merusak. Dari celah lubang kecil di atas sebuah bukit, meneropong kondisi ummatnya penyembah berhala. Gelisah. Lalu disusunlah tahapan² kerja. Step by step. Membidik. Merekrut keluarga dan orang² dekat. Merekrut orang² kuat. Dst.
Situasi yang membuat gelisah memunculkan obsesi. Ada tekad dan semangat. Ada motivasi. Obsesi memang tinggi letaknya. Ingin mencapai juara, ingin meraih kondisi ini itu, ingin kebaikan² segera terealisir di kampung dan di negeri², dsb.
Demikian juga dalam memperbaiki tabiat anak, membangun fikroh keluarga, membina masyarakat.
Namun, apapun yang tinggi, pasti melewati jalan², tapak², proses, dan berbagai fenomena. Bukan terbang melayang lalu sampai. Demikianlah para pendaki gunung melewati tahapan pos² sebelum sampai puncak. Di pos itu dilakukan evaluasi, review, memastikan kesiapan anggota²nya menuju pos berikutnya yang lebih tinggi. Sebab ketidaksiapan itu sering merugikan bahkan membahayakan.
Tahapan antara menuju obsesi perlu ditetapkan. Perlahan dan bersabar menapaki mimpi menikmati proses. Bahwa sebelum mencapai 100, selesaikan lah 10, 20, 30 dst.
Sebab sesuatu yang instan, karbitan, pemaksaan jabatan/posisi tanpa bersabar menjalani proses, pemberian amanah yang belum waktunya, seringkali bermasalah. Masalah yang bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga merugikan orang lain, organisasi, bahkan membahayakan satu negeri. Dirinya tak menikmati, negeri pun tak bisa menikmati. Terkadang malah menimbulkan ketegangan yang harusnya tak perlu dan tak terjadi.
Seseorang dengan kualitas pentungan, tentu berbahaya jika diberi amanah senjata api. Seseorang dengan kualitas pada titik Kepala Desa, maka jabatan Gubernur (misalnya) akan merugikan dirinya dan masyarakatnya. Itulah tahapan dan tujuan antara. Agar tidak prematur yang membahayakan.
Pentingnya proses, hingga seorang bijak mengingatkan, jika kalian tidak bersabar di jalan ini, tidak bersabar dalam mengikuti proses mencapai tujuan kemuliaan, tidak sabar memetik buah sebelum matang dan ranum, silahkan keluar dan cari jalan lain. Dan itu lebih baik bagi orang² yang bersabar dalam bekerja untuk kebaikan.
- Join Inspirasi Perjalanan Di Sini