The pessimist complains about the wind, the optimist expect it to change and the realist will adjust the sail.
Anonim
Ada kisah tentang 2 nelayan yang ingin berlayar ke laut lepas untuk mencari ikan. Malam itu angin berhembus begitu kuat, bahkan lebih kuat dari biasanya. Saat kedua nelayan itu berlayar, nelayan pertama selalu menyalahkan angin yang datang begitu besar sehingga hatinya dipenuhi kekesalan dan kemarahan. Nelayan kedua ternyata lebih sabar. Ia berkeyakinan kuat dan percaya bahwa angin akan berubah arah sehingga nanti ia akan tetap mampu menjala ikan. Tindakan kedua nelayan tersebut tentu sangat berbeda dalam menghadapi kondisi angin malam. Nelayan pertama terus mengumpat dan berusaha mencari cara yang aman agar mampu bertahan dari angin besar. Bahkan mungkin, ia akan menepi. Namun, nelayan kedua akan sungguh-sungguh membentangkan layar, terus mencari posisi yang tepat, dan terus berlayar dengan keyakinan tinggi mampu mengatasi masalah.
Dari cerita tersebut, nelayan pertama adalah orang yang pesimis karena selalu menyalahkan keadaan dan hidup. Sebaliknya, nelayan kedua dapat dikategorikan sebagai orang yang optimis karena memiliki keyakinan tinggi bahwa angin akan berubah suatu saat.
Pesimis atau optimis, mana yang akan kita pilih untuk memandang hari-hari yang akan datang? Saya pribadi tidak memihak kedua nelayan tersebut. Pada situasi yang sangat tidak menentu seperti sekarang ini, saya ingin menjadi nelayan yang ketiga. Nelayan yang ketiga ini berlayar dengan tujuan yang jelas dan tidak pernah menyalahkan situasi-angin yang besar yang ia hadapi atau berharap angin berubah. Namun, ia akan dengan tenang dan cekatan terus menyesuaikan layar sesuai arah angin. Dalam hal ini nelayan ketiga merupakan orang realistis dalam menghadapi ketidakpastian dan tantangan yang ada.
The pessimist complains about the wind, the optimist expect it to change and the realist will adjust the sail. Perumpamaan ini menunjukkan bahwa sikap yang terbaik untuk hal apa pun adalah realistis, menetapkan tujuan yang jelas dengan kerangka waktu yang jelas (a goal without timeline is not a goal, it is a wish), dan menjalankan semua tujuan itu dengan rencana yang baik dan terus mengamati perkembangan keadaan eksternal dan internal kita, sambil terus melakukan penyesuaian atas segala sumber daya yang kita miliki.
- Buku: Be A Great Leader!
- Penulis: Erwin Tenggono
- Dapatkan 180+ ebook senilai 1 juta Di Sini
- Dapatkan buku inspirasi lainnya Di Sini