Menjual itu mudah. Yang sulit adalah bagaimana membuat orang membeli produk kita.
Akhir Maret 2001, beberapa teman termasuk saya mulai melakukan evaluasi atas rencana yang dibuat tahun 2001. Pada suatu kesempatan kami berkumpul untuk makan siang bersama di sebuah restoran. Saat itu kami sempat mendiskusikan beberapa hal. Ada satu hal yang menarik yang menginspirasi tulisan saya ini. Seorang teman, pengusaha apotek, bertanya mengapa ketika tren penjualan menurun, ada apotek yang sepi dan ramai, padahal keduanya terletak di satu daerah yang sama, bahkan hanya berbeda beberapa toko saja.
Kemudian seseorang menjawab spontan. Menjual itu memang mudah. Hal yang lebih sulit adalah bagaimana membuat orang bisa membeli dari kita. Jadi jawaban pertanyaan tersebut sebenarnya tidak sulit, yaitu bekerja dengan hati yang besar karena itulah awal yang akan membawa kita pada kesuksesan besar. Hati adalah pikiran terdalam seorang manusia. Jadi ketika ingin melakukan sesuatu, lakukanlah dengan sepenuh hati. Orang di sekitar kita pun akan turut merasakannya dan kemudian memberi tanggapan yang baik. Dan, saat itulah hubungan emosional yang dalam terbentuk. Pada titik inilah terjadi keterikatan hubungan emosional dan persepsi dari pelanggan.
Pada akhir diskusi tersebut, rekan pengusaha apotek tersebut mendapatkan suatu pemikiran besar bahwa:
- Bisnis apotek adalah melayani orang sakit. Senyuman, keramahan, dan empati merupakan hal yang mutlak.
- Mereka yang sakit sangat membutuhkan informasi mengenai obat. Penjelasan yang singkat dan padat akan sangat bermanfaat dalam menenangkan keluarga atau diri pasien sendiri.
- Ketika sakit, hal yang paling dibutuhkan pasien adalah istirahat. Jadi kecepatan pelayanan menjadi mutlak agar mereka dapat cepat kembali ke rumah.
Ketiga hal tersebut merupakan hasil pemikiran dengan hati yang besar, suatu langkah besar yang harus dimulai dalam memperbaiki bisnis yang ia geluti. Namun, hal terpenting adalah apakah kita masing-masing memiliki pemikiran dengan hati yang besar agar mampu memberikan sesuatu yang lebih baik bagi lingkungan?
Dalam segala kondisi yang kita rasakan, suka atau duka, tetaplah bersikap tenang dan bersama-sama belajar berpikir serta bekerja dengan hati yang besar.
Kesuksesan pun akan menyertai kita semua.