“Kebanyakan orang gagal meraih cita-citanya bukan karena mereka tidak mampu, tetapi karena tidak berkomitmen.”
(Zig Ziglar)
“Anda dapat menciptakan banyak alasan, dan Anda juga dapat menciptakan banyak uang. Sayangnya, Anda tidak bisa menciptakan keduanya sekaligus.”
(Paul Hanna)
SUDAH disampaikan dari awal bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Apa artinya? Artinya adalah bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi apa pun, meraih apa pun, dan menghasilkan apa pun. Anda dapat memiliki semua yang Anda inginkan, lepas dari seberapa pun terlihat mustahil di masa ini. Rumah seperti apa yang Anda inginkan? Apakah Anda ingin menjadi kaya raya? Apakah Anda ingin memiliki perusahaan sendiri? Apa yang benar-benar Anda inginkan?
Saat ini, berapa pun umur Anda, yang terpenting adalah milikilah tujuan. Tentang tujuan ini akan dibahas pada subbab selanjutnya. Setelah memiliki tujuan, fokuskan perhatian, pemikiran, dan tindakan Anda pada tujuan tersebut. Fokus bukan berarti Anda kemudian meninggalkan segalanya kecuali tujuan tersebut. Tidak, tidak. Bukan demikian. Fokus berarti mencurahkan waktu, pemikiran, tindakan, dan perhatian kepada satu hal (dalam hal ini tujuan) dalam porsi yang lebih besar. Misalnya, jika Anda ingin memiliki perusahaan sendiri, Anda tentu tetap harus bekerja di tempat Anda bekerja sekarang ini. Tetapi, sebagian uang gaji Anda harus ditabung untuk persiapan tujuan Anda. Kemudian curahkan sedikit waktu di luar waktu kerja untuk merencanakan, mencari relasi, dan segala hal yang dibutuhkan agar perusahaan yang Anda impikan tersebut bisa terlaksana cepat atau lambat. Itulah fokus.
Baiklah, anggap saja Anda sudah memiliki tujuan dan sudah fokus. Tetapi bagaimana jika keadaan Anda saat ini sedang miskin, banyak utang, dan dari keluarga pun tidak ada “bibit” kaya raya? Jawabannya adalah, “Memang kenapa?”
Kalau memang Anda miskin, apakah Anda semiskin Walt Disney yang mandi pun harus numpang di stasiun dan hanya memiliki perabot meja kecil? Pada kenyataannya, Anda masih bisa membeli buku ini. Atau utang Anda yang banyak itu, apakah sebanyak Donald Trump dulu ketika dia memiliki utang hampir satu miliar dolar? Sepertinya juga tidak, karena pasti Anda masih memiliki uang untuk bersenang-senang. Bagaimana jika di keluarga Anda tidak ada “bibit” kaya raya? Tidak masalah. Apakah menurut Anda seorang Bill Gates, J.K. Rowling, Oprah Winfrey, Ray Kroc, semuanya keturunan millionaire? Tidak. Tetapi pada kenyataannya mereka menjadi millionaire. Jadi, kembali ke pertanyaan awal, “Memang kenapa?”
Jangan membatasi diri. Kadang bukan orang lain atau situasi tertentu yang memberi batasan pada seseorang. Justru yang paling sering terjadi adalah orang itu sendiri yang membatasi dirinya. Seorang pengemis yang sudah membatasi diri dengan meyakini bahwa dirinya tidak mungkin kaya, ya dia tidak akan melakukan hal-hal yang akan menjadikannya kaya. Dia sendiri merasa ‘tidak mungkin’, mengapa harus mengejar sesuatu yang ‘tidak mungkin’? Sekarang, apakah Anda mampu menang dengan juara dunia tinju kelas berat saat ini? Jika Anda berpikir ‘tidak mungkin’, apakah Anda berniat melawannya dalam sebuah pertandingan tinju? Lain halnya jika Anda berpikir mungkin bisa menang, Anda bisa jadi bersedia bertanding dengan juara tersebut.
Pikiran ‘tidak mungkin’ inilah suara hati yang selalu menjegal orang untuk maju. Tidak mungkin menjadi pengusaha, tidak mungkin menjadi pembalap, tidak mungkin menjadi astronaut, tidak mungkin mendapatkan satu miliar dan kelipatannya, dan tidak mungkin-tidak mungkin lainnya. Dijamin, Anda tidak akan mengejar sesuatu yang di pikiran Anda ‘tidak mungkin’. Benar demikian? Pasti benar.
Barangkali Anda harus membaca ini untuk membuka pikiran Anda. Berikut adalah biografi singkat orang yang tidak pernah membatasi diri.
Stephen Hawking, fisikawan terbaik dunia setelah Einstein. Dia didiagnosis mengidap penyakit pada umur 21 tahun dan diperkirakan umurnya tinggal dua setengah tahun lagi. Tetapi, dia tetap berjuang hidup dan prediksi dokter pun salah. Pada tahun 1988, dia menulis buku A Brief History of Time yang telah diterjemahkan ke dalam 22 bahasa dan terjual lebih dari sepuluh juta kopi. Ketika berumur 52 tahun, profesor Inggris ini lumpuh akibat penyakit neuron motor yang berangsur-angsur semakin buruk serta tak dapat diobati. Tapi, dia terus bertahan.
John F. Kennedy, sekalipun dia menderita cedera tulang belakang yang parah, dia masih mampu menjadi presiden Amerika Serikat ke-35.
Franklin Delano Roosevelt, meski mengidap polio dan lumpuh dari pinggang ke bawah pada usia 39 tahun, ia menjadi satusatunya orang dalam sejarah yang dipilih sebagai presiden Amerika Serikat sampai empat kali.
Hellen Adams Keller, seorang penulis yang sangat ternama di dunia dengan banyak sekali karya buku, adalah seorang yang tuli, buta, dan bisu sejak masih anak-anak.
Thomas Alva Edison menciptakan music box pada saat tuli.
Iskandar Agung (Alexander The Great), salah satu pemimpin paling terkenal dalam sejarah, adalah seorang yang bungkuk.
Beethoven, salah satu pemusik klasik nomor satu dunia, ternyata seorang yang tuli.
John Milton, pengarang sajak teragung di Inggris yang berjudul Paradise Lost, adalah seorang yang buta.
William Shakespeare, siapa yang tidak mengenalnya? Kisah Romeo dan Juliet adalah salah satu kisah roman paling laris di dunia. Tetapi, tidak banyak yang tahu bahwa Shakespeare adalah seorang yang lumpuh.
Mereka bisa dibilang orang yang “kurang”, tetapi mereka tidak pernah membatasi diri untuk meraih apa yang mereka inginkan. Apakah keadaan Anda seburuk mereka? Sepertinya tidak. Lalu, apa alasan Anda membatasi diri Anda sendiri?
Sekali lagi, jangan membatasi diri. Bukankah sudah dikatakan bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini? Begitu juga dengan apa yang terjadi pada diri Anda. Apakah ada kemungkinan Anda mendapatkan satu miliar dan kelipatannya? Ya! Kenapa tidak? Semua orang memiliki kesempatan yang sama.
- Buku: “DNA Millionaire” oleh Rick Armanae. More Books


