Hebat Karena Terbiasa

Kamu sering takjub karena kehebatan seseorang? Silakan ikuti kisahnya.

Dahulu kala di Tiongkok, ada seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. Pada sebuah perayaan kerajaan, sang panglima diminta memamerkan keahlian memanahnya kepada rakyat. Raja ingin seluruh rakyat mengetahui keterampilan memanah panglimanya.

Panglima pun menyiapkan papan sasaran serta beberapa anak panah. Dengan penuh percaya diri, ia memasuki lapangan. Panglima menarik napas dalam-dalam, lalu mulai menarik busur dan melepas satu per satu anak panah itu ke arah sasaran. Sungguh hebat! Tak satu pun anak panah yang meleset dari sasaran. Rakyat bersorak-sorai menyaksikan kehebatan sang panglima.

Dengan wajah berseri-seri penuh rasa bangga, panglima itu berkata, “Wahai rakyat semua, lihatlah apa yang bisa kulakukan! Adakah di antara kalian yang bisa mengalahkan keahlianku dalam memanah?”

Mendengar tantangan dari Panglima, tiba-tiba seorang tua penjual minyak berteriak dengan lantang, “Panglima memang hebat! Namun, semua orang yang ada di sini juga bisa melakukannya.”

Semua orang terdiam. Bahkan Raja tak menyangka ada di antara rakyat yang berani berkata demikian.

“Apa maksudmu, Pak Tua?” tanya Raja.

Tukang minyak menjawab, “Akan aku tunjukkan!”

Tukang minyak itu beranjak dari tempatnya. la maju ke tengah lapangan. Ia merogoh saku celananya dan mengambil sebuah uang koin kuno yang berlubang di bagian tengahnya. Koin itu lalu diletakkannya di atas mulut guci minyak yang kosong. Semua orang merasa heran. Apa yang hendak dilakukan penjual minyak tua itu?

Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, kemudian menuangkannya dari atas ke dalam guci kosong melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci itu terisi penuh. Tak setetes minyak pun menyentuh permukaan koin! Luar biasa!

Penjual minyak itu berkata sambil memperlihatkan koinnya yang kering kepada orang-orang, “Aku juga bisa melakukan ini karena terbiasa melakukannya selama bertahun-tahun.”

Raja, Panglima, dan seluruh orang yang ada di situ mulai memahami maksud si tukang minyak.

“Ini hanyalah keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus-menerus akan melahirkan keahlian.”

Orang-orang bersorak. Kebijaksanaan si tukang minyak hari itu telah memberikan pelajaran yang berharga kepada mereka semua. Mereka kini mengetahui bahwa setiap orang juga bisa menjadi hebat karena kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang.


  • Sumber: “Habit Is Power” karya T. Harry Wilopo
  • Pesan bukunya sekarang Klik
  • Join the inspiration Join
Order now