Lingkungan Positif

Lingkungan positif akan bisa membuat potensi kita berkembang pesat

“Confidence is contagious. So is lack of confidence.” Rasa percaya diri itu menular. Begitu juga rasa rendah diri. Vince Lombardi

“Enthusiasm is contagious. Be a carrier.” Antusiasme itu menular. Jadilah pembawanya. Susan Rabin

Lingkungan positif akan membuat bakat dan potensi kita berkembang dengan baik.

Di masa mudanya Ebiet G. Ade selalu berkumpul dengan seniman kreatif di Jogjakarta, sehingga bakatnya selalu terasah. Kini kita bisa melihat gubahannya yang begitu indah.

Atmosfer positif juga yang membuat Indy Barens menjadi penyiar handal. Sekalipun tidak memiliki pengalaman dan pendidikan penyiaran, ia sesekali iseng-iseng masuk ke studio, dan ikut-ikutan siaran. Tanpa terasa bakat alamiahnya muncul dan mengantarkannya menjadi penyiar terkenal hingga menjadi entertainer ternama.

Jika tidak punya lingkungan positif, kita harus menemukannya sendiri. Lingkungan positif bisa diciptakan dengan sering-sering berkumpul dengan orang-orang positif, orang yang punya cita-cita besar, yang selalu ingin meningkatkan taraf hidup ke yang lebih baik. Bisa juga didapatkan dengan membaca buku-buku positif, membaca buku-buku biografi orang besar, sehingga semangat mereka menular.


  • Buku: No Excuse
  • Penulis: Isa Alamsyah

Kita Punya Potensi Di Banyak Hal

“The most exciting place to discover talent is in yourself.”

Tempat paling menarik untuk mencari bakat adalah diri sendiri. Ashleigh Brilliant, Penulis Inggris

Apakah kita harus mencoba banyak peluang? Kenapa tidak! Mencoba banyak peluang bisa menambah ilmu sekaligus membuat kita mengetahui bidang terbaik yang cocok untuk kita.

Percayalah, kita mempunyai begitu banyak bakat dan potensi, hanya saja kita kurang mengeksplorasi diri. Anda akan takjub melihat betapa banyak bakat diri yang dimiliki dan bisa dikembangkan.

Sebagai wartawan karir Oprah terbilang sukses. Lalu ia naik menjadi pembawa berita. Tapi ia belok masuk ke bidang talk show, berbeda bidang tapi masih mirip. Setelah sukses di talk show ia masuk ke bisnis properti dan banyak bisnis lain yang juga sukses. Ternyata ia juga berbakat sebagai pengusaha. Bahkan ia masuk ke ajang politik praktis dengan mengorbitkan Barrack Obama. Ia termasuk salah satu yang berperan besar menjadikan Obama sebagai Presiden Amerika.

Arnold Schwarzenegger mengira dirinya akan sukses sebagai binaragawan, ternyata lebih dari itu. Dari binaraga ia bisa menjadi aktor laga karena badannya yang besar. Tapi karena tidak puas sekedar pamer badan, ia mencoba peran film komedi, dan ia sukses. Ia bangga karena acting-nya juga diakui. Ketika ia mencoba peruntungan di bisnis properti ia juga sukses. Terakhir Arnold masuk bidang politik dan pemuda keturunan Austria ini terpilih sebagai gubernur California.

Bukankah luar biasa jika kita biarkan diri mengembangkan potensi di berbagai bidang? Jangan penjara diri kita dalam rutinitas yang sama setiap hari seumur hidup!


  • Buku: No Excuse
  • Penulis: Isa Alamsyah

PELAJARAN DARI PEMBERONTAK MUDA

Semenjak dari muda, ayahnya telah menginginkan dia untuk menjadi yang terbaik. Makanya ayahnya mendorongnya dengan kuat dalam latihan Tae-kwon-do.

Dia berontak melawan latihan berat dan melarikan diri untuk hidup sebagai anak jalanan di usia 18 tahun. Akan tetapi segera dia menemukan bahwa kebebasannya hanyalah sekadar mitos.

Chen-Shih-hsin (lahir tahun 1981) telah berupaya keras, menderita dan menampik dirinya sendiri. Dia menyadari kesengsaraannya ternyata lebih buruk daripada ketika dia masih berada di rumah. Seraya mempertimbangkan untuk membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik dan mengambil keuntungan dari umurnya yang masih muda, dia melanjutkan latihan Taekwon-do.

Di bulan Agustus tahun 2004, Chen memenangkan pertandingan taekwon-do di Olimpiade Athena dan membawa kembali medali emas pertama bagi Taiwan.

Dalam sebuah wawancara segera setelah dia memenangkan medali emas tersebut, dia berkata, “Aku berharap ceritaku akan mengingatkan orang muda bahwa mereka semestinya bergembira dengan apa yang telah dimilikinya dan tahu saatnya untuk kembali jika mereka mulai kehilangan arah.

“Aku ragu bahwa imaginasi dapat ditekan. Akan tetapi, seandainya kamu benar-benar menghilangkan impian itu dari seorang anak, dia akan tumbuh menjadi orang yang rapuh.”

Ursula K. Le Guin

  • Buku: You Are Never Too Young

DIA MEMULAINYA SEJAK MUDA

Anak pungut ini keluar dari kuliah pada usia 17 tahun.

Ketika dia berumur 19 tahun, dia menjalani sebentar tawaran bisnis dalam bidang Sambungan Langsung Jarak Jauh. Kemudian dia bekerja pada Atari Inc., dan dia lebih jauh lagi menghadiri pertemuanpertemuan klub yang sesuai dengan minatnya.

Dalam tahun 1976, Steven Paul Jobs yang berumur 21 tahun memulai usahanya. dengan mendirikan sebuah perusahaan baru, Apple Computer, di garasi keluarganya.

Komputer-komputer miliknya mulai menjadi setting standar industri PC di seluruh dunia. Apple menjadi semakin kuat dan kuat lagi. Ketenaran Job semakin melejit ketika perusahaannya mencatatkan sahamnya di bursa efek di tahun 1980.

Bagaimanapun empat tahun kemudian, beberapa hal menimpa perusahaannya. Produk barunya, komputer yang diberi nama Apple III dan Apple Lisa tidak berhasil di pasaran. Di tahun 1984, Job dengan sedih menghentikan produksi Apple, dan mencoba untuk memperkenalkan the MacIntosh (yang di kemudian hari ternyata mencatat keberhasilan yang luar biasa). Segera setelah itu, keberuntungannya kembali merosot.

Dia didepak dari Apple setelah terjadi banyak ketidakcocokan di dalam perusahaan.

Job ternyata menjadi orang yang tetap bertahan hidup, pada usia 30 tahun, kemudian dia mendirikian NeXT Computer, dan Pixar selama dua tahun kemudian. Dari sini dia memperkenalkan kemajuankemajuan teknologi pada sistem komputasi; di mana hasilnya dapat dilihat di filmfilm seperti Toy Story dan Star Wars. Namun, walau semua ini terjadi, bagaimanapun juga hal-hal buruk kemudian menimpa Apple yang selanjutnya semakin bobrok.

Pada tahun 1996 merupakan tahun yang ironis bagi si cerdik Jobs, karena Apple membeli NeXT seharga US$400 juta. Kemudian dia kembali mengendalikan Apple kembali, namun dengan gaji hanya sebesar US$1! Jobs memiliki kepercayaan diri dan pengalaman 20 tahun sebelumnya. Apa yang dapat dia kerjakan sebagai seorang yang berumur 17 tahun dan sebagai seseorang yang saat itu berusia 21 tahun, dia juga mampu melakukan pekerjaan tersebut sekarang. Jobs meluncur kan iMac, dan kehidupan Apple kembali berjalan.

Segera saja Jobs dan Apple menjadi bintang kembali.

“Lebih baik mencoba dan gagal selagi Anda masih muda daripada ketika Anda sudah tua.”

Billi Lim

  • Buku: You Are Never Too Young

TERMUDA, TERPENDEK DAN TERINGAN

Byran Nickson Lomas, seorang anak asal Malaysia yang berusia 14 tahun, merupakan seorang atlet pria termuda di arena Olimpiade Musim Panas Athena tahun 2004. Dia merupakan atlet terpendek dengan tinggi 1.38 m dan teringan dengan berat badan 30 kg dari antara peserta Olimpiade tersebut.

Lawan terberat dia 6 kali lebih berat dari Lomas, lawan tertingginya kira-kira 1 meter di atas dia dan lawan senior paling tua umurnya 43 tahun lebih dari dia.

Meskipun dia tidak memenangkan satu medali pun, peloncat indah ini memenangkan hati banyak orang, termasuk para juri. Tanpa takut dia melakukan loncatan dia telah menjalani 19 kali kejuaraan dan hampir selalu mencapai tahap semi final.

Dua bulan kemudian, Lomas menjadi peraih medali emas dari cabang loncat indah perwakilan negara Malaysia. Dia mencatatkan nilai 396.14 poin dan menjadikan dia sebagai pemenang perlombaan kategori 3 m spring-board pada Kejuaraan Dunia Junior di Brasil dengan menyingkirkan peloncat Rusia, Yuriy Kunakov.

“Tidak pernah terlalu muda untuk memiliki perilaku dan kebiasaan yang baik.”

Billi Lim

  • Buku: You Are Never Too Young

Jangan Takut Mencoba!

“Everyone has talent. What is rare is the courage to follow the talent to the dark place where it leads.”

Setiap orang punya bakat, yang jarang adalah keberanian untuk mengikuti bakat itu menuju tempat gelap kemanapun berjalan. Erica Jong

“You never know how a horse will pull until you hook him to a heavy load.”

Kamu tidak akan pernah tahu seberapa kuat kemampuan seekor kuda sampai kamu menaikkan barang berat dan melihatnya menarik. Paul Bryant, Pelatih football Amerika

Orang sukses dan orang gagal, sebagian besar sebenarnya samasama mempunyai keraguan pada hal baru, tugas baru atau bidang baru. Tapi apa yang membedakan?

Orang sukses berani mencoba. Mereka berani salah, berani gagal dan mereka mau belajar dari kesalahan atau kegagalan, serta bekerja keras memperbaiki kesalahan dan mengembangkan kemampuan.

Tidak akan pernah ada Oprah Winfrey Show kalau Oprah tidak pernah mencoba kesempatan pertama memegang talk show sekalipun ia sempat ragu. Mungkin tidak ada buku bermutu karya penulis Asma Nadia, tidak ada Tukul di Empat Mata, tidak ada Indy Barens di Ceriwis, jika mereka dulu takut mencoba.

Jangan pernah menolak peluang hanya karena merasa tidak yakin bisa melakukannya. Jika ada peluang bagus, coba dulu, jika gagal coba lagi. Ada peluang lain, coba juga. Suatu saat akan datang peluang terbaik yang membuat Anda menjadi besar dan luar biasa.

Apalagi jika yang dibutuhkan hanyalah keberanian dan kesungguhan mencoba, tanpa resiko biaya.


  • Buku: No Excuse
  • Penulis: Isa Alamsyah

Percayalah bahwa kita bisa!

“A man can be as great as he wants to be. If you believe in yourself and have the courage, the determination. the dedication, the competitive drive and if you are willing to sacrifice the little things in life and pay the price for the things that are worthwhile, it can be done.”

Setiap orang bisa sehebat apapun yang ia inginkan, jika percaya pada diri sendiri dan punya keberanian, determinasi. dan dedikasi, siap bersaing, dan rela bekorban serta mau membayar harganya (dengan kerja keras). Semua bisa dicapai. Vince Lombardi Pelatih football dan motivator Amerika

Jika benar-benar ingin sukses, ingin berhasil, ingin menjadi orang yang hebat, ingin mencapai sesuatu, ingin menjadi luar biasa, maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah percaya bahwa kita bisa. Jika kita percaya kita bisa melakukannya, bisa mencapainya, maka kita sudah melakukan lompatan besar dalam hidup.

Dalam teori “Law of Attraction Hukum Tarik Menarik” yang diungkap oleh buku The Secret karya Rhoda Byrne, dinyatakan bahwa jika kita percaya pada sesuatu dengan kepercayaan yang begitu besar maka alam semesta akan merespon keyakinan kita dan akan menjadi kenyataan. Keyakinan kita akan memberi sinyal dan sinyal tersebut akan menarik reaksi dari alam semesta. Sinyal tersebut juga mempengaruhi jiwa, otak, dan semangat kita dalam bekerja. Teori ini juga sejalan dengan teori “Mestakung” yang diusung oleh Prof. Johannes Surya.

Bahkah dalam Hadis Qudsi, Allah berfirman “Ana ‘inda dloni ‘abdii” yang artinya “Aku (Allah) ada dalam prasangka hambaku” (Aku mengikuti prasangka hambaKu).

Jika percaya bisa, Anda bisa!


  • Buku: No Excuse
  • Penulis: Isa Alamsyah

POTENSI DIRI JAUH LEBIH BESAR DARI YANG KITA KIRA

Seringkali kita tidak menyadari potensi besar pada diri sendiri. Kalaupun menyadari ada bakat tertentu, tapi tidak menduga potensinya jauh lebih besar dari yang kita kira.

Karena tidak sadar besarnya potensi tersebut, kadang kita menolak suatu peluang atau kesempatan hanya karena merasa tidak bisa, tidak mampu, tidak berbakat, bahkan sebelum mencobanya.

Banyak yang mengira, orang-orang sukses yang wajahnya selalu ditayangkan di televisi, orang besar yang kisahnya diabadikan di buku, selebriti ngetop yang kehidupannya diberitakan di media massa, adalah orang-orang yang mencapai posisinya karena mereka berbakat atau karena mereka terlahir sebagai bintang. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Beberapa di antara mereka bahkan memulai karir dengan perasaan tidak begitu yakin, bahkan ada yang hampir menolak peluang tersebut.

Oprah Winfrey sempat ragu akan kemampuannya memandu talk show. Asma Nadia sempat tidak yakin bisa menulis. Tukul sempat merasa tidak mampu menjadi host. Indy Barens bahkan tidak pernah bermimpi menjadi penyiar radio. Christopher Jr. tidak sadar sikapnya ternyata merupakan aset yang sangat berharga.

Pada kasus-kasus di atas justru orang lain yang melihat potensi yang tersembunyi.

Sekarang saatnya untuk melihat lagi diri sendiri. Pikirkan bakat apa yang belum dikembangkan secara maksimal.


  • Buku: No Excuse
  • Penulis: Isa Alamsyah

Alone

Memimpin ekosistem multi bisnis tidaklah mudah. Mengharmonikan hampir seratus brand dalam irama tumbuh bersama juga tidak mudah. Apalagi memenuhi ekspektasi mitra binsis dengan beragam karakter.

Hidup adalah pilihan. Seseorang yang memilih untuk menumbuhkan banyak orang, meleverage banyak kebaikan, pastilah akan masuk dalam fase sendirian, karena cuma dia yang begitu.

Ramai dibersamai, namun fikiran yang lebih cepat, gerakan langkah yang lebih tangkas, basis berfikir yang sangat fundamental, terkadang membuatnya terbang melesat sendirian, tak terkejar oleh yang membersamai.

Kemarin saat bersamanya, beliau menyampaikan kepada kami,

“Nampaknya mustahil untuk menyuruh kami berhenti, ditengah berbagai peluang yang ada. Kesempatan kolaborasi ini akan terus kami gas.”

Kami yang di kanan dan di kirinya, kembali saling tatap dengan senyum getir, bahwa sahabat kami ini punya fikirannya sendiri, dan tugas kamilah menyesuaikannya.

Semangat untuk mengoptimalkan sisa usia, kesadaran bahwa potensi yang dititipkan adalah amanah, terkadang membuat kami yang berada di lingkaran dekat beliau pun, tergopoh-gopoh memahami kecepatannya.

Dan begitulah pilihan, beliau akan terus berlari, bergerak, berkolaborasi, bersinergi, dibersamai atau tanpa dibersamai.

Hidupnya bukan lagi untuk tepuk tangan riuh orang lain, tapi hidupnya tentang legacy untuk ummat, legacy di titik tertinggi, yang beliau sedang ikhtiari.

Akhirul kalam, mohon doa semoga Allah melindungi, memberkahi, menjaga cita baik beliau, menjaga seluruh keluarga besar beliau, entitas bisnis, entitas dakwah, entitas sosial.

Semoga Allah merahmati pilihan beliau, untuk berani sendiri dalam menggenggam visi, visi untuk bertemu ilahi dalam sebaik-baiknya versi. Allahumma Amin.


  • URS – tangan kiri

Impiannya sederhana; bekerja di jalan Sudirman – Thamrin

Selesai kuliah, keinginannya sederhana, bekerja dan berkarir di perusahaan yang berkantor di jalan utama Sudirman- Thamrin, daerah perkantoran paling prestise di Jakarta.

Impian masa mudanya tercapai ketika ia diterima di bagian pemasaran radio Hard Rock berkantor di jalan Thamrin. Tetapi ia merasa tidak cocok di bidang pemasaran. Belum tiga bulan, ia memutuskan mau berhenti saja.

Akan tetapi, karena pendidikannya adalah sekretaris, maka Meuthia Kasim, direktur Hard Rock FM, menawarkan posisi sekretaris di bagian marketing. Itupun hanya dijalaninya selama sebulan.

Kebetulan tahun 1997, Sarah Sechan yang membawakan acara Good Morning Hard Rockers pindah ke Singapura untuk berkarier sebagai presenter MTV. Jalan bagi perempuan ini pun terbuka. Ia diberi kesempatan untuk menguji talentanya sebagai penyiar. Meuthia Kasim menawarkannya untuk mencoba membuat demo siaran bareng Erwin Parengkuan yang baru kehilangan partner siaran. Karena ia merasa dekat dengan Erwin, ia mampu bercuap-cuap lebih asyik dan seru. Akhirnya dengan pertimbangan yang masak, Meuthia pun meminta sekretaris tersebut bekerja sebagai penyiar Hard Rock FM membawakan acara Morning Show.

Tanpa pengalaman dan pendidikan sebagai penyiar, ia melakukan siaran, learning by doing. Untung saja lingkungan kerja di sana sangat mendukungnya mengembangkan kemampuan.

Apakah ini kisah tentang penyiar yang tidak berbakat?

Tidak, ini bukan kisah tentang penyiar tidak berbakat.

Ini adalah kisah tentang Indy Barens, salah satu presenter wanita yang paling memikat pemirsa Indonesia.

Talk Show Ceriwis yang diawakinya bersama Indra Bekt merupakan salah satu program talk show tersukses di Indonesia dan sudah memasuki episode ke-1000 lebih.

Panasonic Awards 2006 memberinya penghargaan sebagai Presenter Talk show terbaik, untuk program Ceriwis yang ditayangkan setiap hari di stasiun Trans TV.

Indy juga sempat menjadi salah satu juri Indonesia Idol, yang semakin memantapkan posisinya di dunia entertainment.

Ternyata, tanpa disadari, Indy mempunyai bakat yang luar biasa sebagai penyiar. Di depan mic ia menunjukkan kepiawaiannya. Sejak awal bicara di depan corong mic, Indy tampil menarik sebagai dirinya sendiri. Wanita ini berhasil memikat pendengar hingga jenjang karirnya meningkat dan berkembang.

Dari radio ia mulai masuk ke MC panggung dan masuk ke acara televisi sampai akhirnya mempunyai acara sendiri.

Bisakah terbayang, dari seorang wanita yang cuma kebetulan bekerja di stasiun radio, ia menjadi penyiar radio yang kemudian mengantarkannya menjadi entertainer ternama? (sumber: foter.multiply.com, dll).

Hikmah

Indy Barens sama sekali tidak menyadari bakatnya yang luar biasa di bidang kepenyiaran di radio. Tetapi karena ia memiliki atmosfer kerja yang membuka kesempatan untuknya mengembangkan diri. Ia berhasil menjadi penyiar radio yang handal. Bahkan akhirnya bakatnya berkembang luar biasa sampai akhirnya menjadi selebriti terkenal dan berprestasi.


  • Buku: No Excuse
  • Penulis: Isa Alamsyah