Selesai kuliah, keinginannya sederhana, bekerja dan berkarir di perusahaan yang berkantor di jalan utama Sudirman- Thamrin, daerah perkantoran paling prestise di Jakarta.
Impian masa mudanya tercapai ketika ia diterima di bagian pemasaran radio Hard Rock berkantor di jalan Thamrin. Tetapi ia merasa tidak cocok di bidang pemasaran. Belum tiga bulan, ia memutuskan mau berhenti saja.
Akan tetapi, karena pendidikannya adalah sekretaris, maka Meuthia Kasim, direktur Hard Rock FM, menawarkan posisi sekretaris di bagian marketing. Itupun hanya dijalaninya selama sebulan.
Kebetulan tahun 1997, Sarah Sechan yang membawakan acara Good Morning Hard Rockers pindah ke Singapura untuk berkarier sebagai presenter MTV. Jalan bagi perempuan ini pun terbuka. Ia diberi kesempatan untuk menguji talentanya sebagai penyiar. Meuthia Kasim menawarkannya untuk mencoba membuat demo siaran bareng Erwin Parengkuan yang baru kehilangan partner siaran. Karena ia merasa dekat dengan Erwin, ia mampu bercuap-cuap lebih asyik dan seru. Akhirnya dengan pertimbangan yang masak, Meuthia pun meminta sekretaris tersebut bekerja sebagai penyiar Hard Rock FM membawakan acara Morning Show.
Tanpa pengalaman dan pendidikan sebagai penyiar, ia melakukan siaran, learning by doing. Untung saja lingkungan kerja di sana sangat mendukungnya mengembangkan kemampuan.
Apakah ini kisah tentang penyiar yang tidak berbakat?
Tidak, ini bukan kisah tentang penyiar tidak berbakat.
Ini adalah kisah tentang Indy Barens, salah satu presenter wanita yang paling memikat pemirsa Indonesia.
Talk Show Ceriwis yang diawakinya bersama Indra Bekt merupakan salah satu program talk show tersukses di Indonesia dan sudah memasuki episode ke-1000 lebih.
Panasonic Awards 2006 memberinya penghargaan sebagai Presenter Talk show terbaik, untuk program Ceriwis yang ditayangkan setiap hari di stasiun Trans TV.
Indy juga sempat menjadi salah satu juri Indonesia Idol, yang semakin memantapkan posisinya di dunia entertainment.
Ternyata, tanpa disadari, Indy mempunyai bakat yang luar biasa sebagai penyiar. Di depan mic ia menunjukkan kepiawaiannya. Sejak awal bicara di depan corong mic, Indy tampil menarik sebagai dirinya sendiri. Wanita ini berhasil memikat pendengar hingga jenjang karirnya meningkat dan berkembang.
Dari radio ia mulai masuk ke MC panggung dan masuk ke acara televisi sampai akhirnya mempunyai acara sendiri.
Bisakah terbayang, dari seorang wanita yang cuma kebetulan bekerja di stasiun radio, ia menjadi penyiar radio yang kemudian mengantarkannya menjadi entertainer ternama? (sumber: foter.multiply.com, dll).
Hikmah
Indy Barens sama sekali tidak menyadari bakatnya yang luar biasa di bidang kepenyiaran di radio. Tetapi karena ia memiliki atmosfer kerja yang membuka kesempatan untuknya mengembangkan diri. Ia berhasil menjadi penyiar radio yang handal. Bahkan akhirnya bakatnya berkembang luar biasa sampai akhirnya menjadi selebriti terkenal dan berprestasi.
- Buku: No Excuse
- Penulis: Isa Alamsyah