Oleh: Irfan Toni Herlambang
DI Pegunungan Andes hidup dua suku . Satu tinggal di lembah , sedangkan satunya lagi di atas gunung . Suatu hari suku gunung menyerang suku lembah dan menjarah seluruh isi desa . Mereka menculik seorang bayi dari salah satu keluarga suku lembah dan membawanya ke atas gunung .
Orang – orang suku lembah tidak tahu bagaimana mendaki gunung . Mereka tidak tahu jalan mana yang digunakan oleh suku gunung . Mereka juga tidak tahu di mana letak desa suku gunung . Juga tidak tahu bagaimana mengikuti jejak – jejak suku gunung di tebing – tebing gunung itu . Meski begitu , mereka mengirim prajurit – prajurit terbaik mereka untuk memanjat gunung dan membawa pulang bayi mereka .
Prajurit pertama mencoba memanjat tebing diikuti yang lain . Ketika prajurit pertama gagal , mereka semua pun gagal . Mereka mencoba lagi dengan cara lain . Namun , gagal . Setelah berhari hari mereka mendaki , mereka hanya bisa memanjat beberapa ratus kaki saja . Suku lembah kehilangan harapan dan putus asa . Akhirnya mereka me mutuskan untuk kembali ke desa saja . Semua upaya dilakukan namun gagal .
Ketika mereka sedang bersiap – siap untuk kembali ke desa , tiba – tiba mereka melihat ibu bayi yang diculik itu sedang menuruni tebing gunung melewati mereka , sambil menggendong bayinya . Mereka terkejut sekali , bagaimana si ibu itu bisa menuruni tebing yang justru mereka sendiri gagal untuk mendakinya ? Bagaimana si ibu itu bisa memanjat tebing – tebing itu mengalahkan mereka ? Terlebih lagi , mereka melihat si bayi itu telah terselamatkan . Bagaimana mungkin ?
Seorang prajurit menyambut ibu itu dan bertanya , ” Wahai ibu , kami gagal mendaki tebing ini . Bagaimana kau melakukan semua ini , me ngalahkan seluruh prajurit terkuat ? Bagaimana bisa ? Engkau belum pernah menjadi prajurit ! “
Ibu itu mengangkat bahu dan berkata , ” Sebab bayi yang diculik itu bukanlah bayimu . Dan , kalian semua belum pernah menjadi Ibu . “
Teman , burung tak pernah diajari untuk terbang dan ikan tak pernah belajar untuk berenang . Semuanya alami . Semua berasal dari naluri . Hal itu akan hadir pada setiap mahluk yang percaya akan kebesaran Allah . Hanya Allah lah yang memberikan kita kekuatan itu .
Teman , cinta memberikan kekuatan . Bahkan cinta adalah kekuatan itu sendiri . Cinta seorang ibu adalah naluri dan alami . Sesuatu yang hadir dalam jiwa – jiwa yang penuh rasa cinta . Setiap Ibu , tak akan pernah diajari bagaimana mengasihi buah hatinya . Rasa itu akan hadir dengan sendirinya . Kita pun punya rasa itu . Asal kita mau menjalani semua garis garis yang telah ditentukan – Nya .