Alone

Memimpin ekosistem multi bisnis tidaklah mudah. Mengharmonikan hampir seratus brand dalam irama tumbuh bersama juga tidak mudah. Apalagi memenuhi ekspektasi mitra binsis dengan beragam karakter.

Hidup adalah pilihan. Seseorang yang memilih untuk menumbuhkan banyak orang, meleverage banyak kebaikan, pastilah akan masuk dalam fase sendirian, karena cuma dia yang begitu.

Ramai dibersamai, namun fikiran yang lebih cepat, gerakan langkah yang lebih tangkas, basis berfikir yang sangat fundamental, terkadang membuatnya terbang melesat sendirian, tak terkejar oleh yang membersamai.

Kemarin saat bersamanya, beliau menyampaikan kepada kami,

“Nampaknya mustahil untuk menyuruh kami berhenti, ditengah berbagai peluang yang ada. Kesempatan kolaborasi ini akan terus kami gas.”

Kami yang di kanan dan di kirinya, kembali saling tatap dengan senyum getir, bahwa sahabat kami ini punya fikirannya sendiri, dan tugas kamilah menyesuaikannya.

Semangat untuk mengoptimalkan sisa usia, kesadaran bahwa potensi yang dititipkan adalah amanah, terkadang membuat kami yang berada di lingkaran dekat beliau pun, tergopoh-gopoh memahami kecepatannya.

Dan begitulah pilihan, beliau akan terus berlari, bergerak, berkolaborasi, bersinergi, dibersamai atau tanpa dibersamai.

Hidupnya bukan lagi untuk tepuk tangan riuh orang lain, tapi hidupnya tentang legacy untuk ummat, legacy di titik tertinggi, yang beliau sedang ikhtiari.

Akhirul kalam, mohon doa semoga Allah melindungi, memberkahi, menjaga cita baik beliau, menjaga seluruh keluarga besar beliau, entitas bisnis, entitas dakwah, entitas sosial.

Semoga Allah merahmati pilihan beliau, untuk berani sendiri dalam menggenggam visi, visi untuk bertemu ilahi dalam sebaik-baiknya versi. Allahumma Amin.


  • URS – tangan kiri

Leave a Comment