Sudah menjadi hukum alam bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, manusia harus membuat pengorbanan.
Ingin bisa makan 3 kali sehari? Kita harus bekerja untuk mendapatkan penghasilan.
Ingin bisa membeli mobil atau rumah? Kita harus berhemat untuk menabung demi membeli mobil dan rumah.
Ingin memiliki banyak teman? Kita harus menyisihkan energi dan waktu untuk memberikan perhatian kepada orang-orang di sekeliling kita.
Ingin meraih prestasi? Kita terlebih dahulu harus berlatih dan berlatih untuk mendapatkan keahlian atau keterampilan.
Begitu juga dengan kesuksesan. Jika kita ingin hidup sukses, maka kita pun harus membayar harganya. Tak ada kesenangan yang bisa didapatkan tanpa pengorbanan. No pain, no gain!
“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakitsakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Peribahasa ini menggambarkan betapa pentingnya membuat pengorbanan terlebih dahulu, sebelum mendapatkan apa pun yang kita inginkan.
Sejarah telah mencatat, banyak sekali orang hebat yang membuat pengorbanan besar sebelum akhirnya meraih kesuksesan. Elon Musk (CEO Tesla, Space X, serta Neuralink) bekerja sangat keras, hingga akhirnya berhasil menjadi orang terkaya di dunia pada tahun 2021 dengan jumlah kekayaan sekitar 194 miliar dolar atau 2.716 triliun rupiah.
“Saya mengerjakan banyak hal. Umumnya, saya akan berada di rapat hingga pukul 01.00 atau 02.00 pagi hari. Sabtu atau Minggu biasanya tidak, tetapi kerap kali,” ujarnya.
Bagaimana ia bisa bekerja sekeras itu?
“Saya mengurangi waktu tidur tanpa mengurangi produktivitas. Saya tak ingin tidur lebih dari enam jam,” kata Elon Musk mengenai kebiasaannya yang mengantarkannya pada pencapaiannya saat ini.
Abraham Lincoln gagal di bisnis-bisnisnya dan habis-habisan saat harus mengalami kekalahan dalam tujuh kali pemilihan, sebelum akhirnya terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat.
Albert Einstein menderita keterlambatan bicara dan baru mulai berbicara pada umur 4 tahun. Di sekolah, ia sempat dianggap sebagai murid yang terlalu lambat dalam berpikir. Namun, ia tak menyerah dan terus bekerja keras. Hasil tak pernah mengkhianati proses. Sekarang dan di masa depan, orang akan selalu mengenang Albert Einstein sebagai salah satu orang paling jenius di dunia.
Thomas Alva Edison keluar dari sekolah karena gurunya berpikir “ia terlalu bodoh untuk mempelajari apa pun”. la juga telah melakukan ribuan percobaan yang gagal, sebelum menemukan bola lampu, salah satu temuannya yang paling bermanfaat bagi umat manusia.
Michael Jordan dikenang sebagai bintang basket terbesar di dunia. Namun sebelumnya, ia pernah dikeluarkan dari tim basket SMA-nya karena dianggap “kurang memiliki kemampuan bermain basket”. Apakah Jordan berputus asa? Tidak! la terus berlatih dan berlatih. Hasilnya, ia malah menjadi megastar dalam dunia basket dan namanya masih dielukelukan penggemar basket hingga sekarang, jauh setelah ia gantung sepatu.
Kolonel Sanders ditolak oleh 1.000 lebih restoran saat menawarkan resep ayam goreng miliknya. Ia kemudian memutuskan untuk menjual sendiri ayam goreng itu. Hingga kini, orang-orang mengenalnya sebagai kakek yang wajahnya terpampang di setiap gerai KFC.
JK Rowling sebelum menjadi penulis terkenal, hanyalah pengangguran yang terpaksa hidup dari bantuan pemerintah. Setelah ditolak oleh 12 penerbit, naskah Harry Potter miliknya akhirnya laku keras dan menjadi buku terlaris di dunia selama bertahun-tahun.
Selalu dibutuhkan pengorbanan sebelum mendapatkan kesuksesan. Segera setelah merumuskan tujuan hidup, bangunlah mentalitas pemenang. Sadarilah bahwa ada harga yang harus Anda bayar untuk mewujudkan tujuan hidup Anda itu.
Jangan takut untuk meneteskan peluh, demi membuat mimpi Anda menjadi nyata. Jangan juga merasa alergi dengan perubahan, karena terkadang, cara lama tak lagi ampuh untuk mendapatkan suatu kemajuan. Jangan ragu untuk membuang kebiasaan lama yang negatif dan membangun kebiasaan baru yang positif.
Break your old habit and build a new one! Awalnya memang terasa berat, tetapi itu akan memberikan kita hasil yang layak di kemudian hari.
“Untuk mendapatkan apa yang kamu suka, pertama-tama kamu harus bersabar dengan apa yang kamu benci.”
Imam Al-Ghazali
- Buku: Tips dan Trik Singkirkan Kebiasaan Buruk dan Bangun Kebiasaan Baik
- Oleh: T. Harry Wilopo
- Pesan Sekarang